Sebelum Ada Covid-19, Ini Tren Masker dari Masa Ke Masa

Masker N95
11 Maret 2021 14:47 WIB Janlika Putri Indah Sari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Sejak pandemi COvid-19, masker item yang wajib digunakan untuk menjaga kesehatan. Dalam perkembangannya, ada tren masker yang dipakai warga.

Namun tren ini sebenarnya bukanlah hal yang baru.

Melansir dari BBC.Uk, masker telah dikenakan oleh warga London selama 500 tahun terakhir.

Awalnya masker digunakan untuk menyamar atau pelindung sejak abad ke-6 SM (Sebelum Masehi).

Baca juga: 8 Seniman DIY Gagal Disuntik Saat Vaksinasi di Padepokan Bagong Kussudiardja

Menurut Marco Polo, para pelayan di China abad ke-13 menutupi wajah mereka dengan syal tenun. Hal itu dikarenakan, kaisar tidak ingin napas para pelayan mempengaruhi bau dan rasa makanannya.

Sebelum tren masker Covid-19, Berikut adalah tren masker yang pernah terjadi menurut BBC :

1.Masker kabut

Kemudian pada abad ke - 18 terjadi revolusi Industri yang memicu terjadinya kabut asap London.

Keadaan semakin diperparah ketika pabrik-pabrik terus mengeluarkan asap, dan api batu bara dari rumah penduduk tetap menyala.

Saat musim dingin, muncul selimut tebal kabut asap kuning keabu-abuan menyelimuti ibu kota Inggris itu.

Episode terburuk terjadi pada 5-9 Desember 1952, ketika 4.000 orang meninggal setelah kejadian tersebut, dan diperkirakan lebih dari 8.000 orang meninggal dalam beberapa minggu dan bulan berikutnya.

Masker anti-kabut menjadi sesuatu yang wajib bagi orang-orang seperti halnya topi bagi pria dan perempuan masa itu.

2. Masker Black Death

Pada abad ke-14 Eropa dilanda wabah
Black Death. Wabah ini menewaskan sedikitnya 25 juta orang pada tahun 1347 dan 1351.

Para ahli teori percaya bahwa penyakit ini menyebar melalui udara beracun sehingga menciptakan ketidakseimbangan dalam cairan tubuh seseorang.

Mereka tidak ingin kena udara beracun ini dengan menutupi wajah atau memegang benda yang berbau harum.

Para dokter mengenakan masker seperti burung. Bagian masker yang berbentuk paruh diisi dengan ramuan aromatik untuk menangkal udara beracun.

3. Masker Polusi

Menurut badan urusan transportasi London dan universitas Kings College London, penyebab utama polusi udara adalah lalu lintas. Emisi gas buang, termasuk nitrogen oksida dan partikel kecil dari karet dan logam, dipompa ke udara.
Jauh sebelum virus corona merembak,
pengendara sepeda yang mengenakan masker anti-polusi sudah jadi pemandangan lazim.

4.Masker gas

Pada perang dunia kedua, 20 tahun setelah Great War menjadi saksi penggunaan klorin dan gas beracun. Pemerintah memerintahkan pemakaian masker gas tak hanya bagi kalangan militer tapi juga bagi masyarakat biasa.

Tahun 1938, sebanyak 35 juta masker jenis General Civilian Respirators didistribusikan dan menjadi pemandangan yang akrab bagi publik saat itu. Termasuk bagi gadis-gadis penari di Klub Kabaret Murray di Jalan Beak, Soho dan pengendara sepeda polisi yang memakainya sebagai bagian dari alat pelindung diri mereka.
Bahkan hewan-hewan memiliki masker mereka sendiri.

5. Masker Flu

Pada akhir Perang Dunia Pertama
muncul wabah influenza yang
dijuluki flu Spanyol. Kasus pertamakali dilaporkan dari Spanyol, sekitar 50 juta orang meninggal.

Diperkirakan penyebaran virus itu meningkat saat tentara yang kembali dari medan mereka di Prancis utara.

Pasukan yang berdesak-desakan di dalam gerbong dan truk memudahkan infeksi menular dan menyebar ke pinggiran kota hingga ke pedesaan.

Pada saat itu memakai masker menjadi cara menyelamatkan hidup agar tidak tertular flu.

6. Masker Ketenaran

Jenis masker muncul untuk memenuhi kebutuhan menutupi wajah seseorang dari tatapan tajam penggemar berat atau musuh.

Masker ini biasa digunakan untuk selebriti yang ingin menarik perhatian dengan alasan atau penyangkalan yang masuk akal dari seperti tidak ingin dikenali, itulah mengapa memakai topeng yang mencolok.

Sumber : Bisnis.com