Susah Tidur? 3 Bahan Herbal Ini Bantu Tidurmu Menjadi Nyenyak

Jahe Merah. - ANTARANEWS
18 Maret 2021 16:27 WIB Laurensia Felise Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Tidur yang berkualitas penting bagi kesehatan tubuh. Untuk mencapainya, Anda bisa mengonsumsi bahan herbal.

Efektivitas bahan herbal sebagai solusi untuk memperbaiki kualitas tidur terbukti dalam berbagai penelitian klinis baik yang telah dilakukan melalui uji praklinis pada hewan maupun uji klinis pada manusia.

Berikut adalah tiga bahan herbal yang bisa dikonsumsi menurut Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia, Dr. dr. (Cand) Inggrid Tania, M.Si, dalam sesi webinar pada Rabu (18/3/2021).

1. Passion Flower

Bunga yang memiliki habitat asli asal Amerika Serikat bagian tenggara, tepatnya di negara bagian Florida dan Texas, memiliki kandungan alkaloid yang membantu memberikan efek melemaskan otot serta memberikan efek sedatif yang membuat seseorang lebih mudah mengantuk.

Selain itu, ada pula kandungan flavonoid yang bekerja sebagai antispasmodik (mengurangi kejang otot membantu merilekskannya), anti-radang, dan efek sedative. Ada pun di dalam bunga ini kandungan chrysin yang menjaga kadar hormon testosteron.

Bunga ini bermanfaat dalam membantu mengatasi ketegangan syaraf, spasme otot, sakit kepala, gangguan kecemasan, dan insomnia.

Akan tetapi, dr. Inggrid menyebutkan untuk berhati-hati terhadap interaksi passion flower terhadap obat penenang dan obat anti-depresi, terutama pada obat penenang golongan benzodiazepine. Sedangkan untuk efek sampingnya sendiri jarang terjadi meski penggunaannya bisa menimbulkan rasa pusing, detak jantung yang cepat, keterlambatan mental, dan rasa kantuk.

2. Valerian

Diambil dari akar tumbuhannya, Valerian merupakan tanaman herbal yang berasal dari kawasan Eropa dan Asia Barat mengandung minyak volatil, alkaloid sesquiterpene, hingga alkaloid. Akar Valerian memberikan efek menenangkan, antispasmodik, dan anti-nyeri yang membantu mengatasi berbagai keluhan, salah satunya adalah insomnia.

Sama seperti Passion Flower, Valerian mengandung alkaloid yang memberikan efek hipotensif. Perbedaannya ada pada efek sedatif, hipnotik, dan antipasmodik yang didapat dari minyak atsiri dan asam valerenat serta turunannya.

Dalam mengonsumsi Valerian, perlu diperhatikan bahwa obat ini memikiki kontraindikasi bagi mereka yang terinfeksi virus herpes simpleks yang membuat adanya replikasi virus akibat kandungan Arginin yang tinggi. Selain itu, tanaman ini sebaiknya tidak dikonsumsi bagi mereka yang sensitif dengan kandungan valepotriates karena menimbulkan efek stimulan.

Sedangkan pada jangka panjang, pengguna perlu mengurangi konsumsi Valerian secara bertahap sebelum menghentikannya untuk mencegah adanya gejala withdrawal.

Meski tanaman ini aman untuk dikonsumsi, tetapi pengguna perlu berhati-hati jika mengalami sakit kepala, pusing, dan sakit perut atau diare serta harus hati-hati ketika mengonsumsi Valerian bersamaan dengan alkohol, obat penenang, serta obat anti-ansietas dna antikejang seperto benzodiazepine dan barbiturat.

3. Jahe

Tanaman yang umum dikonsumsi sebagai obat yang mengatasu masuk angin ini juga memiliki kandungan minyak atsiri sebagai komponen analgetik dan antispasmodik. Selain itu, jahe juga mengandung Gingerol yang memiliki berbagai fungsi seperti antiradang dan antioksidan. Jahe juga dikenal dapat menghambat agregasi trombosit, prostaglandin, dan leukotriene yang berkaitan dengan peradangan.

Meski jahe aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang dan bersifat imunostimulasi, tetapi memiliki kontraindikasi bagi orang dengan lambung yang sensitive serta gangguan pendarahan.

Sumber : bisnis.com