Di Masa Pandemi Para Ibu Bisa Bangkit dari Krisis Mental, Simak Kiatnya

Ilustrasi parenting
31 Maret 2021 07:07 WIB Yudi Supriyanto Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Ibu kerap kali harus bersentuhan dengan berbagai macam tantangan, bahkan sebelum pandemi melanda. Kekhawatiran akan kesejahteraan anak, kurang istirahat, tidak cukup “Me Time”, serta berbagai permasalahan yang ibu hadapi di saat pandemi jelas membuat ibu semakin kewalahan.

Psikolog Tiara Puspita mengungkapkan kemampuan menyadari pikiran, emosi, dan apa yang ibu rasakan secara fisik dan mental pada momen saat ini, adalah kunci agar ibu mampu beradaptasi dan fokus pada apa yang bisa dikendalikan.

“Bukan pada hal-hal yang belum pasti,” katanya, Selasa (30/3/2021).

Dia mengungkapkan ada 3 hal yang dapat para ibu lakukan agar bangkit dari situasi krisis yang dihadapi dan tangguh menjalani peran selama masa-masa menantang ini.

Self-care

Ibu dapat mengurangi rasa stress dan cemas dengan lebih peduli terhadap dirinya. Selain dengan memanjakan diri, ibu juga bisa melakukan meditasi untuk membuat ibu lebih rileks dan mendapatkan fokusnya kembali.

Menempatkan kondisi fisik dan emosional sebagai prioritas, mampu membantu ibu mencapai kebahagiaan, serta kesehatan yang optimal untuk dirinya dan keluarga.

Ciptakan keharmonisan keluarga

Ketika ibu mencontohkan hubungan yang penuh kasih dengan ayah dan anak-anak, maka mereka akan merasa lebih aman dan dicintai.

Bahasa yang positif, aktif mendengarkan, dan empati bukan saja membantu menciptakan lingkungan keluarga yang damai dan bahagia pada saat-saat stres seperti sekarang, namun juga dapat mempermudah ibu dalam melakukan pembagian tugas dengan seluruh anggota keluarga.

Latih diri untuk menerima situasi yang ada, baik situasi yang dapat diubah dan dikendalikan maupun tidak

Sadari bahwa ibu tidak harus selalu sempurna. Dengan memahami batasan antara kedua hal tersebut, ibu dapat mengarahkan energinya secara lebih efektif dan optimal pada hal-hal yang berada dalam kendali.

Penerimaan dapat membantu ibu untuk lebih mampu menerima diri sendiri dengan kelebihan dan kekurangan yang ada, dan dapat membantu memaksimalkan kualitas self-care dan me-time yang dilakukan untuk dirinya sendiri.