Begini Cara Mudah dan Cepat Atasi Kebiasaan Ngorok

Ilustrasi - helpguide.org
05 April 2021 21:37 WIB Janlika Putri Indah Sari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Mendengkur atau ngorok menjadi hal paling menyebalkan oleh orang lain, suara tersebut akan menggangu orang di sekitar.

Selain itu, mendengkur akan membuat si penderita mengalami gangguan tidur yang tidak berkualitas. Meskipun dilakukan tanpa sengaja, namun jika dibiarkan akan semakin buruk.

Melansir dari medicinenet, mendengkur terjadi ketika jaringan di bagian belakang tenggorokan bergetar saat udara melewatinya kala seseorang sedang tidur. Infeksi atau kelainan bentuk hidung juga dapat menyebabkan mendengkur, seperti halnya obesitas, penggunaan narkoba atau alkohol, obat-obatan, merokok, penuaan atau posisi tidur.

Sleep apnea atau mendengkur dapat dihentikan dengan beberapa pengobatan rumahan dan perubahan perilaku, berikut adalah beberapa cara sederhana yang bisa menghentikan mendengkur saat tidur :

- Menurunkan berat badan
- Jangan tidur telentang
- Hindari alkohol
- Jangan minum pelemas otot (bicarakan dengan dokter sebelum menghentikan obat resep apa pun, dan tanyakan tentang alternatifnya)
- Berhenti merokok
-Cobalah bantal anti-mendengkur
- Gunakan strip hidung untuk membuka saluran hidung
- Mandi air panas sebelum tidur untuk membuka sinus
-Gantilah seprai sesering mungkin jika alergi menyebabkan dengkuran, vakum debu secara teratur juga
-Gunakan humidifier atau vaporizer -Latihan tenggorokan Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

Saat ini perawatan medis untuk mendengkur bisa menggunakan alat bantu pernapasan seperti CPAP. Terkadang, operasi mungkin diperlukan untuk membantu orang berhenti mendengkur. Jika mendengkur disebabkan oleh kelainan septum, polip hidung, atau kelainan bentuk hidung lainnya, pembedahan dapat memperbaiki masalah ini.

Pembedahan juga dapat mengurangi jaringan besar di tenggorokan atau mengubah struktur tulang untuk mengurangi atau menyembuhkan dengkuran Anda.

Jenis operasi yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan penyebab mendengkur meliputi:

- Tonsilektomi atau adenoidektomi untuk mengangkat amandel dan kelenjar gondok yang membesar.

- Uvulopalatopharyngoplasty (UPPP) yang menipiskan dan mengencangkan jaringan di tenggorokan.

- Palatoplasti ablasi termal (TAP) menggunakan gelombang radio untuk mengecilkan jaringan tenggorokan.

- Uvulopalatoplasty dengan bantuan laser (LAUP) menggunakan laser untuk memperpendek uvula.
- Implan palatal, yang juga disebut prosedur Pillar. Ini melibatkan pemasangan implan ke langit-langit lunak untuk membantu menguatkan jaringan lunak dan mengurangi getaran.
- Somnoplasti menggunakan energi panas frekuensi radio untuk mengangkat atau mengeraskan jaringan uvula dan langit-langit lunak sehingga tidak bergetar.

Banyak macam dokter yang bisa mengobati mendengkur, namun tergantung penyebabnya. Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan penyedia perawatan primer (PCP) seperti praktisi keluarga, internis, atau dokter anak-anak.

Untuk pengujian lebih lanjut dan pengelolaan gangguan mendengkur seperti apnea, Anda mungkin akan dirujuk ke spesialis pengobatan tidur.

Alergi dapat diobati oleh ahli alergi, dan asma dapat diobati oleh spesialis paru-paru (ahli paru) atau terapis pernapasan. Jika Anda memiliki kelainan bentuk hidung seperti septum yang menyimpang atau polip hidung, mungkin Anda akan menemui spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT, atau ahli THT). Lalu jika Anda memerlukan pengangkatan amandel atau kelenjar gondok, Anda akan dirujuk ke ahli bedah. Terkadang alat oral membantu menghentikan dengkuran. Ini mungkin dipasang oleh dokter gigi.

Sumber : Bisnis.com