Hati-Hati, Obat-obatan Ini Bisa Memicu Stroke

Ilustrasi - JIBI/Bisnis.com
12 April 2021 23:17 WIB Desyinta Nuraini Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sejumlah obat-obatan ternyata berisiko memicu stroke. The American Heart Association mengatakan obat-obatan yang mengandung hormon estrogen wanita terkait dengan peningkatan risiko penggumpalan darah.

Obat ini termasuk kontrasepsi oral yang diberikan kepada wanita untuk mencegah kehamilan, dan terapi penggantian hormon (HRT) yang diberikan kepada wanita menopause.

"Diperkirakan risiko terjadinya pembekuan darah dua hingga empat kali lebih tinggi dari biasanya pada wanita yang memakai tablet HRT," tulis pernyataan asosiasi itu seperti dilansir dari Express UK, Senin (12/4/2021).

Adapun gumpalan darah biasanya terbentuk di area arteri yang menyempit. Ketika gumpalan darah mengganggu aliran darah ke otak, itu disebut stroke iskemik. Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada area otak yang terdampak akan segera mati.

Kendati demikian Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) menyebut karena risiko awal wanita menopause mengembangkan pembekuan darah biasanya sangat rendah, dengan demikian risiko keseluruhan dari penggunaan tablet HRT masih kecil.

Diperkirakan bahwa untuk setiap 1.000 wanita yang memakai tablet HRT, kurang dari dua yang akan mengalami pembekuan darah.

Obat-obatan tertentu, seperti kokain dan amfetamin menurut NHS juga meningkatkan risiko stroke dengan merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Ini juga berlaku untuk obat-obatan yang meningkatkan kinerja olahraga.

Tak hanya itu, American Cancer Society membuat daftar obat anti kanker yang juga terkait dengan pembekuan darah, antara lain cisplatin, penghambat faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF) seperti bevacizumab, penghambat reseptor tirosin kinase VEGF seperti sorafenib atau sunitinib, L-asparaginase, thalidomide, lenalidomide, dan tamoxifen.

Sementara itu, The Stroke Associated memperingatkan bahwa faktor gaya hidup, seperti diet, minum alkohol, mengonsumsi obat-obatan terlarang, merokok, dan kurang gerak berisiko memicu stroke.

Jika ingin meminimalkan risiko stroke, perubahan gaya hidup menjadi kuncinya. Pola makan yang sehat, rendah lemak jenuh, akan membantu menurunkan kadar kolesterol.

Kadar kolesterol merupakan aspek penting dalam menjalani gaya hidup sehat, karena terlalu banyak kolesterol dapat menyumbat arteri dan menyebabkannya menyempit.

Arteri yang menyempit dapat membatasi aliran darah ke organ vital, seperti otak. "Jika berusia di atas 40 tahun, Anda harus memeriksakan kolesterol Anda secara teratur", kata Asosiasi Stroke itu.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia