Terlambat Sahur, Ini yang Sebaiknya Dikonsumsi Agar Tetap Bertenaga Saat Puasa

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
20 April 2021 21:57 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Saat berpuasa, umat muslim biasanya melakukan santap sahur. Bagi beberapa orang, bangun dini hari untuk melakukan sahur mungkin butuh waktu agar tubuh beradaptasi.

Sehingga sesekali bisa saja ketika bangun, sudah mepet dengan waktu imsak.

Jangan terburu-buru ambil nasi dan lauk pauknya. Daripada makan tergesa-gesa, dokter menyarankan konsumsi kurma dan minum air secukupnya jika memang waktu sahur tersisa sedikit.

Baca juga: Begini Aturan Makan yang Sehat dan Benar

"Kita ambil kalori yang lebih tinggi. Artinya minum yang manis kemudian ditambah dengan kurma. Di dalam agama Islam pun sudah diajarkan seperti itu. Paling tidak dengan lima kurma saja itu sudah bisa jadi satu energi kalori kita untuk satu hari itu sudah cukup," kata Ketua Umum terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr. dr. Adib Khumaidi, Sp.OT., ditemui Suara.com di kantor PB IDI, Selasa (20/4/2021).

Dokter Adib menyampaikan bahwa saat waktu sahur sebenarnya jangan langsung konsumsi makanan berat.

Lantaran perut dalam keadaan kosong saat bangun tidur, jadi sebaiknya diisi terlebih dahulu dengan air dan makanan ringan.

Baca juga: Sikat Gigi 30 Menit Setelah Sahur! Pilih Sikat Seperti Ini!

"Paling tidak minum dulu, kemudian menetralisir dengan makanan ringan. Baru kemudian makanan berat. Jadi jangan langsung membebani lambung dengan makanan yang berat. Karena kemudian akhirnya memacu lambung bekerja keras," jelas dr. Adib.

Lambung yang ekstra bekerja itu pada akhirnya menimbulkan rasa begah dan kembung.

Seperti saat berbuka puasa, bahwa sahur juga sebaiknya dilakukan secara bertahap mulai dari air dan makanan ringan.

"Kalau umpamanya mendadak sudah mau adzan subuh, maka kita tentunya tidak langsung dengan makanan berat. Tapi kita awali juga dengan makanan yang ringan dulu, baru kemudian bertahap makanan beratnya," ucapnya.

Sumber : Suara.com