5 Faktor Lebih Boros di Bulan Ramadan, Salah Satunya karena Ngabuburit

Karyawan menghitung uang pecahan Rp.100.000 di salah satu Bank yang ada di Jakarta, Senin (4/6). Bisnis - Abdullah Azzam
23 April 2021 12:27 WIB Janlika Putri Indah Sari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ramadan menjadi momentum yang di tunggu seluruh umat muslim di seluruh penjuru dunia.

Sudah menjadi tradisi bila dalam menyiapkan segalanya akan sedikit lebih menyita tenaga dan juga keuangan. Kenyataannya meskipun tidak mengeluarkan anggaran untuk makan untuk pagi dan siang, justru di bulan puasa budjet yang alokasi lebih buat kantong jebol dari bulan lainnya.

Perencana keuangan, Metta Anggriani, CFP., mengatakan bila bulan puasa memang akan membuat lebih boros karena ada lebih banyak kebutuhan.

"Di bulan puasa hingga nanti lebaran akan ada banyak sekali kebutuhan yang mengharuskan untuk keluar anggaran. Maka dari itu perlu memanajemen keuangan secara bijak selama ramadan. Ini memang sulit dihentikan, namun kita bisa memonitoring anggaran sendiri. Yang paling dasar untuk tidak boros, bisa dicari tahu kemana saja uang tersebut mengalir agar tidak terbuang percuma," kata Metta
secara virtual pada acara Ngabuburit Bersama Lazada, Kamis (22/4/21).

Menurut Metta, Berikut 5 faktor yang membuat bulan ramadan lebih boros :

1. Mudik

Pulang kampung untuk bertemu dengan sanak keluarga adalah momentum yang ditunggu. Dan, keperluan mudik tersebut menjadi porsi terbesar untuk menggelontorkan dana di bulan ramadan. Mulai dari biaya tiket transportasi yang naik, atau bensin yang dikeluarkan lebih cepat habis jika memakai kendaraan pribadi. Kemudian dibutuhkan dana untuk silahturahmi seperti hantaran lebaran.

2. Membantu Sesama

Pada saat bulan puasa tak akan lengkap rasanya bila tidak saling membagi rezeki pada sesama. Maka diperlukan anggaran untuk zakat, memberikan THR pada kariyawan, memberikan pada ponakan atau yang membutuhkan. Meskipun di bulan ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan ibadah sebaik mungkin, namun bila tidak dianggarkan dengan tepat akan membuat keuangan sekarat.

3. Belanja

Ada banyak sekali kebutuhan yang harus dibeli selama bulan puasa hingga lebaran. Mulai dari baju, kue, keperluan rumah tangga, sajian untuk lebaran,  serta keperluan untuk santapan buka dan sahur. Tak hanya untuk diri sendiri, terkadang juga timbul ingin membelanjakan sesuatu bagi orang lain, terutama keluarga. Kemudian semua harga bahan pokok naik. Kebutuhan bulan puasa yang sangat banyak terkadang membuat skala prioritas tersampingkan sehingga membuat kalap saat belanja.

4. Buka Puasa

Tak sedikit pula yang merayakan bulan ramadan dengan berbagai kegiatan bersama sanak keluarga atau teman. Salah satunya dengan buka puasa bersama. Buka puasa bersama akan lebih banyak mengeluarkan dana karena biasanya akan dilakukan di suatu tempat makan. Maka dari itu, harus selektif dalam menerima ajakan buka puasa bersama.

5. Ngabuburit

Alih-alih menunggu magrib dengan melakukan aktivitas berarti, terkadang timbul keinginan untuk melakukan aktivitas yang membutuhkan keluar uang untuk ngabuburit. Pergi nonton ke bioskop, membeli tiket tempat wisata, berbelanja di mall, game online dan tergiur promo ramadan dari toko online saat berselancar dengan gawai saat menunggu bedug magrib menjadi contohnya. Dan seringkali saat ngabuburit keluar rumah akan membuat kalap mata untuk membeli banyak makanan berbuka puasa.

Sumber : bisnis.com