Wajah Anda Terlihat Lebih Tua saat Zoom Meeting? Ini Penyebabnya

Zoom - istimewa
02 Mei 2021 11:27 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Saat meeting via layanan Zoom, pernahkah Anda merasa wajah Anda terlihat lebih tua?

Hal tersebut bisa jadi karena platform tersebut mengubah citra diri Anda.

"Beberapa di antaranya karena persepsi, yang saya sebut 'Zoom wajah'. Antara pencahayaan yang terlalu terang, sudut yang aneh, dan hanya menatap wajah Anda selama berjam-jam dapat mengubah persepsi Anda tentang penampilan Anda sendiri," kata kata dokter kulit di Texas, Amerika Serikat, Rajani Katta, dikutip dari Antara.

Tetapi perubahannya mungkin juga nyata saat offline, salah satunya karena stres selama pandemi COVID-19 akibat kehilangan kesempatan bertemu langsung orang yang dicintai, merasa gelisah, yang kemudian merusak kulit Anda dan menyebabkan garis-garis samar.

Baca juga: Kumpulan Kutipan dan Kata-kata Bijak Ki Hajar Dewantara di Hardiknas

Stres bisa mengganggu tidur Anda, yang menyebabkan kelopak mata bengkak dan lingkaran hitam di bawah mata. Tubuh Anda juga melepaskan lebih banyak kortisol saat stres, menghentikan produksi kolagen - dan kolagen yang berfungsi mencegah keriput.

Untuk tampilan kulit yang lebih baik, Anda disarankan rutin berolahraga, tidur cukup, dan makan makanan yang kaya antioksidan.

Apabila Anda menua lebih cepat karena pandemi, sebenarnya ada banyak cara untuk mengurangi tingkat stres Anda misalnya menggunakan produk anti-aging.

Baca juga: Ini Kiat Aman Berkenalan di Aplikasi MiChat

Asisten profesor klinis dermatologi di Icahn School of Medicine, Whitney Bowe, merekomendasikan Anda menggunakan produk ini selama satu malam, kemudian menggunakan minyak biji bunga matahari atau minyak jojoba satu atau dua malam berikutnya.

Untuk nutrisi, para ahli merekomendasikan Anda mengonsumsi makanan dengan banyak kandungan antioksidan dan sifat anti-inflamasi karena membantu melindungi kulit Anda.

Pada siang hari, Anda dapat secara aktif mencoba mengurangi stres dengan melakukan yoga, meditasi, atau pernapasan dalam.

"Semua itu telah terbukti menurunkan produksi kortisol dan tingkat stres," demikian kata Bowe.

Sumber : Antara