Advertisement

Salah Kaprah, 5 Hal tentang Hipertensi Ini Ternyata Hanya Mitos

Newswire
Selasa, 18 Mei 2021 - 05:17 WIB
Nina Atmasari
Salah Kaprah, 5 Hal tentang Hipertensi Ini Ternyata Hanya Mitos Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA- Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi yang umum terjadi namun tidak boleh disepelekan. Terlebih di situasi pandemi seperti saat ini, mengelola hipertensi menjadi hal penting demi menghindari risiko buruk dan kematian terkait Covid-19.

Menurut pedoman medis yang diikuti di seluruh dunia, seseorang disebut mengalami hipertensi jika tekanan darah di angka 130/80 mmHg atau lebih.

Dirangkum dari The Healthsite, Ahli Bedah Saraf India, Vishwanathan Iyer, memberi tahu beberapa mitos soal hipertensi yang perlu Anda tahu.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

1. Hipertensi sering terjadi dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan

Faktanya, kondisi hipertensi perlu perhatian segera. Sebab, tekanan darah tinggi dapat merusak ginjal, serangan jantung mendadak, hingga stroke. Inilah mengapa hipertensi sering disebut 'silent killer' karena sering mucul tanpa keluhan atau gejala.

2. Hipertensi tidak dapat dicegah

Faktanya, hipertensi dapat dicegah dan dikelola dengan gaya hidup sehat, Seperti contohnya rutin berolahraga, diet rendah garam, mengonsumsi sayur dan buah serta cek kesehatan berkala.

3. Hipertensi lebih menyerang pria ketimbang wanita

Faktanya, mengingat tingkat stres dan gaya hidup pria dan wanita yang tidak banyak bergerak akhir-akhir ini, kedua jenis kelamin sama-sama rentan terkena hipertensi. Namun memang pascamenopause, wanita lebih berisiko mengalami tekanan darah tinggi.

Advertisement

4. Jika tekanan darah sudah normal, obat dapat dihentikan

Faktanya, merupakan kesalahan untuk menghentikan pengobatan tanpa nasihat dokter. Karena gejala hipertensi kadang tidak bersuara, dapat merusak organ vital seperti jantung, otak, dan ginjal. Melewatkan obat-obatan dapat menyebabkan kerusakan organ yang tidak dapat disembuhkan.

5. Hipertensi adalah masalah orang lanjut usia

Advertisement

Faktanya, semakin banyak penelitian yang membuktikan bahwa hipertensi dapat terjadi pada setiap individu tanpa pandang usia. Orang dewasa muda yang menjalani kehidupan yang tidak aktif bergerak dan konsumsi makanan tidak sehat berisiko tinggi terkena tekanan darah tinggi.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Bea Cukai Fasilitasi Ekspor Sarung Tangan dan Tas ke Korea

Jogja
| Selasa, 27 September 2022, 16:22 WIB

Advertisement

alt

Cek Usia Sel Widya Herbal Indonesia Pikat Peserta Il Festino

News
| Selasa, 27 September 2022, 16:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement