Selain Makanan, Asupan Minum Anak Juga Penting, Ini yang Perlu Diperhatikan

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
26 Mei 2021 13:07 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Asupan gizi untuk anak tidak hanya dari makanan, tetapi juga dari minuman. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan asupan minum anak-anak.

Dr. Janine Rethy dari American Academy Of Pediatrics mengatakan seiring dengan susu, air biasa adalah pilihan minuman terbaik untuk anak-anak. "Ini super sehat, dengan nol kalori dan tidak ada gula tambahan. Ini membantu menjaga sendi, tulang dan gigi sehat, membantu darah beredar dan dapat membantu anak-anak mempertahankan berat badan yang sehat," ujarnya, seperti yang dikutip dari Medical Xpress.

"Menjadi terhidrasi dengan baik meningkatkan suasana hati, ingatan dan perhatian pada anak-anak. Dan tentu saja, air biasa jauh lebih murah daripada minuman berenergi, soda, dan jus," imbuhnya.

Baca juga: Ilmuwan Prediksi 10 Tahun ke Depan, Covid-19 Lebih Mirip Pilek Musiman

Sayangnya anak-anak sering kali merasa bahwa air putih biasa membosankan dan tidak enak. Oleh karena itu, memodifikasi air putih tanpa mengganggu nutrisinya bisa menjadi pilihan.

Dalam hal ini, dokter Rethy menyarankan untuk memberikan infused water.

"Infused water dengan lemon, berry, mentimun atau mint adalah cara mudah untuk menjaga seluruh keluarga kembali untuk mengisi ulang hidrasi," ujar Rathy.

Baca juga: Harga Apartemen Menurun di Triwulan Pertama 2021, Ini Alasannya

Melansir dari Medical Xpress, membuat infused water bisa dengan mengkombinasikan buah-buahan dan sayuran yang tinggi mengandung air. Beberapa sayuran terbaik adalah mentimun, zucchini, selada gunung es, seledri dan tomat. Buah-buahan atas termasuk semangka, cantaloupe, stroberi, blueberry dan grapefruit.

Siasat lain agar anak banyak minum adalah menggunakan botol khusus ketimbang cangkir atau gelas biasa.

"Air dan susu adalah minuman yang dibutuhkan anak-anak, jadi jangan percaya minuman lain yang dipasarkan kepada anak-anak. Ini biasanya mengandung lebih banyak gula daripada melebihi kebutuhan anak-anak dalam sehari dan dapat berkontribusi buruk pada kesehatan," ujar dokter Rathy.

Sumber : Suara.com