Sering Mengalami Masalah Keuangan? Ini 3 Kemungkinan Penyebab dan Cara Mengatasinya

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
01 Juni 2021 22:47 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Masalah keuangan sering muncul dalam perjalanan hidup seseorang. Anggaran keuangan yang sudah direncanakan kerap kali gagal lantaran munculnya berbagai masalah dalam memakai atau alolasikan anggaran.

Perencana keuangan Finansialku Juan Mahir mengatakan bahwa paling tidak ada tiga hal yang selalu menjadi masalah anggaran belanja.

"Pertama adalah pemasukannya kecil. Kedua pengeluarannya terlalu besar. Ketiga terlalu besar cicilan," ucap Juan dalam webinar bersama Finansialku, Selasa (1/6/2021).

Ketiga masalah tersebut awam dialami siapa pun. Tetapi bukan berarti tidak bisa dibenahi. Juan membagikan tips untuk menyelesaikan masing-masing permasalahan. Mulai dari penghasilan yang terlalu kecil. Solusi terbaik tentu menambah penghasilan.

Baca juga: Wow, Bos BCA Sawer Rp50 Juta Saat Sri Mulyani Duet dengan Once Mekel

"Cari pemasukan aktif. Misalnya jualan makanan atau tambah pekerjaan. Misalnya punya kemampuan lain di luar pekerjaan utama. Seperti jago desain bisa menawarkan desainnya untuk proyek tertentu," kata Juan.

Jika sudah mendapat pemasukan tambahan, ia mengingatkan jangan langsung dipakai untuk berbelanja. Tetapi hatus buat penganggaran keuangan lagi.

"Kebanyakan setelah dapat pemasukan tambahan, karena merasa ada uang lebih, sehingga belanja tanpa menghitung anggaran belanja," ucapnya.

Baca juga: Triawan Munaf Ungkap Biodata Abdee Slank yang Terpilih Komisaris Telkom

Jika masalah keuangan terletak pada pengeluaran yang terlalu besar, maka peelu dicari tahu anggaran yang menyebabkan boros. Anggaran bocor tersebut bisa saja berada pada pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari.

"Misalnya beli kebutuhan kopi harga terlalu mahal. Padahal ada jenis kopi yang harga lebih murah rasa beda tipis," ujar Juan.

Selain itu, gaya hidup sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan finansial. Seperti mengurangi kebiasaan berhutang sangat membantu dalam menjaga pos keuangan tetap sesuai rencana.

Terakhir, terkait cicilan. Juan mengingatkan untuk tahu limit pembayaran cicilan bulanan yang mampu dilakukan. Meski satu benda mungkin terlihat sedikit cicilannya, tetapi jika kebiasaan kredit itu dilakukan untuk banyak barang, pada akhirnya juga akan butuh biaya besar.

"Kalau cicilan terlalu besar, lunasi pinjaman secepatnya. Jangan tambah pinjaman lagi kalau memang sudah terlalu besar. Selanjutnya jangan melunasi pinjaman dengan pinjaman. Apalagi dengan pinjaman online. Itu seperti gali lubang tutup lubang," pungkasnya.

Sumber : Suara.com