Advertisement
Bangun Pagi Lebih Awal Bisa Kurangi Risiko Depresi

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Saat pandemi, banyak orang rentan terhadap depresi. Kegiatan yang hanya dapat dilakukan secara jarak jauh, membuatĀ banyak orang memiliki pola tidur yang kurang baik, seperti jadwal tidur yang terlalu larut malam.
Menurut sebuah studi genetik baru dalam jurnal JAMA Psychiatry yang diterbitkan pada 26 Mei yang lalu, dengan bangun satu jam lebih awal maka dapat mengurangi tingkat depresi kita hingga 23 persen.
Advertisement
Menurut Celine Vetter, asisten profesor Integratif di CU Bolder, Terdapat hubungan antara waktu tidur dengan suasana hati seseorang.
Seseorang yang cenderung tidur larut malam, dua kali lebih rentan terhadap depresi dibandingkan dengan seseorang yang bangun pagi. Gangguan mood seseorang juga dapat mengganggu pola tidur. Mengapa demikian?
Beberapa penelitian menyatakan bahwa seseorang yang bangun di pagi hari, biasanya merasakan bagaimana paparan sinar dari matahari yang bisa menghasilkan pengaruh terhadap suasana hati.
Untuk bisa menjaga jadwal tidur agar mengurangi risiko depresi, Celine Vetter memberi saran agar melakukan aktivitas yang bisa membangun mood saat pagi hari seperti minum kopiĀ sebelum beraktivitas, berjalan atau bersepeda ke tempat kerja dan jika malam hari usahakan barang- barang elektronik dimatikan agar di esok hari dapat bangun lebih awal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Terkendala Lahan, Program Sekolah Rakyat di Gunungkidul Belum Bisa Direalisasikan
Advertisement

Nasib 1.126 Buruh PT Yihong Novatex Indonesia yang Kena PHK Massal Terkatung-katung
Advertisement
Berita Populer
- 11 Cara Kematian Paling Menyakitkan Menurut Sains
- Selain Enak, Deretan Makanan Super Ini Bisa Cegah Penyakit
- Manfaat Tertawa, Menggigil, hingga Muntah pada Tubuh Anda
- Sejumlah Zodiak Ini Diramalkan Menikah di Tahun 2023
- Seorang Ibu Minum ASI Sendiri karena Tak Rela Jika Dibuang
- Wajah dan Tubuh Tidak Simetris, Ini Penyebabnya
Advertisement
Advertisement