Waspada! 5 Kebiasaan Buruk di Rumah Ini yang Memicu Penyakit

Spons cuci piring - Istimewa
09 Juni 2021 16:37 WIB Janlika Putri Indah Sari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Memiliki rumah yang sehat adalah idaman setiap orang. Namun untuk mewujudkan rumah yang sehat harus diikuti dengan rutin membersihkannya.

Semakin bersih lingkungan tempat tinggal, maka kesejahteraan akan meningkat.

Namun ada beberapa kebiasaan yang tanpa disadari justru tidak baik bagi kesehatan. Bukannya untuk membersihkan, justru malah mendatangkan banyak sumber penyakit.

Malasir dari brit.co, Rabu (9/6/2021) berikut adalah kebiasaan buruk di rumah yang menimbulkan penyakit:

1. Membiarkan Piring Terendam di Wastafel

Kadang-kadang merendam alat makan bisa menjadi upaya untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Misalnya, sengaja menumpuk piring setelah di pakai pada westafel berisi air.

Namun, justru malah memicu pada menambah tingkat bakteri. Menurut para peneliti di University of Arizona, antara 50 dan 80 persen bakteri yang menyebabkan penyakit bawaan makanan dikembangbiakkan di rumah. Wastafel dapur biasanya menyimpan lebih banyak bakteri berbahaya daripada toilet atau bahkan tempat sampah Anda.

Jadi merendam piring dengan waktu lama bukalah hal yang tepat. Untuk meminimalkan patogen, bersihkan wastafel Anda sesering mungkin dan cuci piring sesegera mungkin setelah digunakan.

2.Tidak Mengganti atau Membersihkan Spons Dapur Anda

Benda yang lebih buruk daripada wastafel dapur adalah spons cuci piring.
Satu studi yang dilakukan di Jerman menganalisis spons dapur menemukan bahwa spons itu mengandung hingga 54 miliar mikroba per sentimeter persegi. Dan itu bukan jenis bakteri yang ramah karena varietas yang bisa membuat Anda sakit.

Para peneliti di USDA melaporkan spons untuk pencuci piring yang sudah kering terdapat 99,999 persen mikroba berbahaya.

Agar lebih aman, cukup ganti spons lebih sering, terutama jika mulai berbau.

3. Mengabaikan Debu

Dari semua jenis kotoran yang menumpuk di rumah , debu adalah yang paling berbahaya.
Lapisan yang hampir tidak terlihat di bagian atas rak, tentu saja tidak sedap dipandang.

Jika dibiarkan, debu rumah tangga dapat menimbulkan risiko kesehatan yang mengejutkan.

Para peneliti di Universitas George Washington menemukan bahwa debu dalam ruangan menyimpan sekitar 45 bahan kimia beracun yang terkait dengan kanker, gangguan endokrin, dan toksisitas reproduksi. Peneliti merekomendasikan untuk membersihkan penumpukan dengan kain lembab secara teratur.

4. Tidak Mencuci Kuas Makeup

Ini adalah tugas yang menjengkelkan, tetapi membersihkan alat rias Anda sepadan dengan usaha.

Kuas kotor tidak hanya dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan lebih banyak berjerawat, tetapi juga dapat berisiko terkena infeksi yang mengganggu seperti mata merah atau bakteri menakutkan seperti staph.

Sayangnya, sebuah jajak pendapat pada tahun 2015 menunjukkan bahwa 22 persen wanita tidak pernah membersihkan aplikator riasan mereka.

Para ahli merekomendasikan untuk membersihkan kuas foundation dan concealer seminggu sekali, alat rias mata dua kali sebulan, dan yang lainnya sebulan sekali. Cuci kuas makeup dengan air dan sabun lembut atau pembersih kuas.


5. Menunda Kekacauan

Kekacauan kecil seperti barang-barang yang berantakan adalah bagian dari kehidupan rumah tangga yang normal. Tetapi jika dibiarkan itu akan mencapai titik di mana itu benar-benar mempengaruhi kesehatan mental.

Pertimbangkan sejenak bagaimana perasaan Anda ketika dikelilingi oleh terlalu banyak hal seperti cemas, terbebani, dan terjebak saat rumah berantakan.


Jangan menunda untuk langsung membersihkan rumah dan menata hal yang berantakan agar tidak timbulkan emosi yang cukup negatif.


Penelitian menunjukkan bahwa kekacauan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental Anda, yang berpotensi menyebabkan ketidakbahagiaan, stres, dan depresi.

Untuk pandangan yang lebih sehat, tetap perhatikan berapa banyak barang yang Anda izinkan untuk menumpuk di ruangan.

Sumber : Bisnis.com