Advertisement

Ini Penyebab Waktu Tidur Lansia Bisa Lebih Pendek

Newswire
Kamis, 10 Juni 2021 - 01:27 WIB
Budi Cahyana
Ini Penyebab Waktu Tidur Lansia Bisa Lebih Pendek Ilustrasi - Futuretimeline.net

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Dibandingkan kelompok usia lainnya, waktu tidur pada lansia umumnya lebih sedikit. Pola tidur para lansia juga berubah seiring dengan pertambahan usia dan penurunan fungsi jam internal dalam tubuh.

Demikian dikatakan dokter spesialis saraf dari RSUI, Pukovisa Prawirohardjo, dalam keterangan tertulisnya.

"Waktu tidur lansia yang normal yaitu sekitar 6-7 jam sehari. Selain itu, pola tidur juga akan berubah seiring dengan pertambahan usia karena adanya penurunan fungsi jam internal dalam tubuh," ujarnya, seperti dikutip Antara, Rabu (9/6/2021).

Mereka yang sudah memasuki masa lanjut usia juga bisa mengalami gangguan tidur. Penyebab gangguan tidur ini ada beberapa hal, misalnya:

  • sindrom kaki gelisah atau Restless legs syndrome (RLS)
  • kurangnya aktivitas fisik
  • terlalu lama tidur siang
  • adanya rasa sedih karena ada anggota keluarga yang meninggal dunia
  • terlalu lama menatap layar ponsel sebelum tidur, atau
  • sedang dirawat inap di rumah sakit.

Kondisi lingkungan juga dapat mempengaruhi kondisi tidur lansia. Adanya suara volume tinggi yang mengganggu, cahaya kamar yang terlalu terang, tempat tidur tidak nyaman, konsumsi obat-obatan tertentu serta mengonsumsi kafein juga sangat memengaruhi pola tidur seseorang.

Selain itu, masalah medis seperti depresi, alzheimer, parkinson, kondisi menopause, dan nyeri sendi otot juga dapat menyebabkan gangguan tidur.

Pukovisa mengatakan, beberapa tanda awal gangguan tidur antara lain kelelahan, gangguan konsentrasi, mudah tersinggung, mengantuk di siang hari, serta adanya perubahan perilaku.

"Bila gejala-gejala ini terus bertahan lebih dari 1 bulan atau sudah mempengaruhi aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter," ujar dia.

Gejala awal gangguan tidur bisa diatasi dengan melakukan sleep hygiene sebelum tidur, yaitu dengan mengatur kondisi kamar tidur tetap sejuk dan tenang, mandi air hangat dan sikat gigi sebelum tidur.

Pukovisa mengingatkan, tidur sangat bermanfaat bagi kesehatan otak dan saraf agar dapat berfungsi optimal. Kualitas tidur yang baik ditandai dengan tidak mudah terbangun di malam hari, tidak terbangun lebih awal, dan merasa segar ketika bangun tidur.

Advertisement

Sementara dari sisi kuantitas, terdapat beberapa indikator waktu normal tidur. Orang dewasa umumnya membutuhkan tidur 7-9 jam, sementara anak-anak bisa 10-13 jam. Sementara waktu tidur yang normal bagi lansia sekitar 6-7 jam sehari.

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Konser Westlife di Prambanan Gelap-gelapan, Begini Kata Rajawali Indonesia

Sleman
| Minggu, 02 Oktober 2022, 23:07 WIB

Advertisement

alt

TRAGEDI KANJURUHAN: Lakukan Investigasi, Kapolri Dalami Prosedur Pemakaian Gas Air Mata

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement