Kebanyakan Garam Bikin Imun Tubuh Turun?

Garam - istimewa
10 Juni 2021 07:17 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Di Indonesia, garam adalah bumbu dapur paling populer yang digunakan dalam berbagai masakan dari berbagai daerah.

Dalam jumlah yang ditentukan, garam menjadi sumber mineral penting seperti ion natrium dan klorida bagi manusia. Natrium membantu fungsi saraf dan otot dan terlibat dalam pengaturan cairan dalam tubuh, sementara klorida membantu menjaga keseimbangan jumlah cairan di dalam dan di luar sel. Kedua mineral tersebut juga berperan dalam menjaga tekanan dan volume darah.

Meski bermanfaat, ketika dikonsumsi secara berlebihan, zat penyedap yang sangat ini dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, seperti salah satu yang telah diketahui bersama adalah darah tinggi.

Namun, tahukan Anda bahwa garam juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda?

Menambahkan terlalu banyak garam ke dalam makanan dapat mengganggu fungsi antibakteri sel kekebalan. Melansir laman Times of India, sebuah studi baru yang ditampilkan dalam Science Translational Medicine untuk pertama kalinya mengungkapkan bahwa garam juga dapat mempersulit sistem kekebalan untuk menghancurkan bakteri di beberapa organ manusia.

Sebuah studi laboratorium yang dilakukan oleh tim peneliti dari University Hospital of Bonn di Jerman menemukan bahwa diet tinggi garam memperburuk infeksi bakteri umum pada ginjal yang disebut Escherichia coli.

Untuk meyakinkan bahwa efek dari asupan garam yang berlebihan tidak sementara, para peneliti menginfeksi tikus dengan Listeria (bakteri). Setelah tes, mereka menemukan bahwa infeksi lebih buruk pada tikus, yang diberi makanan tinggi garam. Ini adalah studi pertama di mana terungkap bahwa diet tinggi natrium sebenarnya dapat memperburuk infeksi dalam tubuh.

Makanan tinggi garam melemahkan jenis sel respons imun, neutrofil, yang membantu tubuh dalam memerangi infeksi bakteri ginjal. Di bagian tubuh lainnya, ginjal membantu menjaga konsentrasi garam dengan mengeluarkan kelebihan natrium.

Sesuai dengan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, setiap orang dewasa harus mengonsumsi kurang dari 5 gram atau kurang dari satu sendok teh garam per hari. Anak-anak, asupan garam maksimal yang disarankan harus lebih rendah daripada orang dewasa.

Tingkat rekomendasi ini tidak termasuk untuk ibu menyusui (0–6 bulan) atau periode pemberian makanan pendamping ASI dengan terus menyusui (6–24 bulan).

Adapun studi ini dengan jelas menunjukkan bahwa jika Anda ingin menjaga diri Anda tetap sehat dan meningkatkan kesehatan kekebalan tubuh Anda, Anda tidak boleh mengonsumsi lebih dari kadar garam yang disarankan dalam sehari. Jauhi

Makanan ringan asin dan makanan olahan. Tak hanya darah tinggi, makanan tinggi garam juga dapat mempengaruhi kemampuan imun tubuh Anda. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia