Kenali Gejala dan Cara Penanganan Bipolar pada Anak!

Ilustrasi gangguan bipolar - Istimewa
12 Juni 2021 04:37 WIB Dewi Andriani Lifestyle Share :

Harianjogja.com, , JAKARTA – Selain orang dewasa, anak-anak ternyata juga bisa mengalami gangguan kejiwaan dengan perubahan emosi yang begitu ekstrem atau dikenal dengan istilah bipolar disorder.

Namun gejala bipolar pada anak cenderung sulit untuk terdeteksi, dan kadang kala mirip dengan gangguan masalah perilaku lainnya. Sebab, pada anak, perubahan mood yang naik turun sering kali dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan bukan pertanda gangguan kejiwaan.

“Memang kasus bipolar pada anak ini cukup kecil presentasenya. Kadang kita lihat bahwa anak-anak balita itu mudah menangis, nanti sebentar bahagia karena memang itu fasenya dia. Begitu juga di usia remaja, kadang senang banget nanti kadang sedih karena memang mood swing nya itu sedang terjadi di masa pubertas,” ujar Anita Chandra, Psikolog Klinis Anak.

Meski demikian, orang tua harus waspada jika anak memiliki dua perubahan emosi yang sangat ekstrem. Sebab, salah satu ciri khas dari gangguan bipolar ini ialah adanya dua fase mood atau yang disebut sebagai episode dengan perbedaan yang sangat ekstrem. Yakni episode mania ketika terjadi peningkatan mood, cirinya anak terlihat sangat gembira, energik, jarang beristirahat, sulit fokus, bicara cepat, bahkan bisa melakukan hal-hal yang berlebihan dan berbahaya.

Selanjutnya ada fase depresi. Pada saat ini anak akan merasa sangat murung dan putus asa tanpa sebab, pesimis, mudah marah dan cemas yang berlebih, malas beraktivitas dan lebih sering mengurung diri, bahkan nekat untuk melukai dirinya sendiri.

Baca juga: Buntut Kerumunan, McD di Kota Jogja Tutup Sementara Promo BTS Meal

Biasanya, episode-episode tersebut terjadi dalam kurun waktu tertentu bisa dalam hitungan minggu atau bahkan bulan.

Sementara itu, Psikolog Anak dan Remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan menyebutka beberapa ciri-ciri anak yang mengalami gejala bipolar?

Pertama, anak akan memiliki keyakinan yang tidak rasional bahkan sampai mengganggu orang lain mislanya dari cara guru mengajar yang sering dianggap salah sehingga ngotot mendebat guru sehingga mengganggu kelas.

Kedua, mengalami gangguan tidur sehingga si anak akan melakukan berbagai aktivitas di malam hari. Ketiga, anak akan dapat berbicara sangat cepat, pikirannya juga terlihat cepat atau cepat berganti topik.

Ketiga, dalam episode manik, anak seperti tidak pernah kehabisan energi. Keempat, mudah terpicu untuk melakukan hal-hal berbahaya seperti melompat dari jendela karena ada keyakinan didirinya bahwa dia seolah bisa terbang.

Meski demikian, Vera menyarankan agar orang tua atau lingkungan tidak terburu-buru melabeli anak memiliki gangguan bipolar. Sebab, untuk dapat mendiagnosa bipolar pada anak-anak terbilang cukup sulit karena sering keliru dengan gangguan perkembangan lainnya. Selain itu, juga perlu dipertimbangkan usia anak.

“Diagnosa hanya bisa dilakukan oleh ahli seperti psikiater atau psikolog anak setelah pemeriksaan yang menyeluruh,” tuturnya.

Jika anak terdiagnosa bipolar maka orang tua harus segera melakukan penanganan. Semakin cepat orang tua mendeteksi adanya gangguan bipolar pada anak maka penangannya akan lebih cepat dan lebih baik. Sebab, jika memang ada terdiagnosa mengalami bipolar maka akan mendapatkan bantuan berupa obat-obatan untuk meringankan gejala di setiap episode moodnya.

Proses penanganannya saat di rumah juga beragam tergantung tipe dan keparahannya, termasuk sejauh mana orang tua dan lingkungan keluarga mau menerima & memahami kondisi anak.

“Karena itu, perlu psikoedukasi bagi keluarga agar dapat mendampingi anak dengan tepat. Langkah penanganan secara spesifik akan didiskusikan dan dirancang secara spesifik oleh ortu bekerja sama dengan tim dokter, psikolog dan terapis,” ujarnya.

Selain itu, karena bipolar merupakan gangguan mood, maka perlu adanya manajemen emosi yang diterapkan orangtua pada dirinya sendiri dan juga akhirnya akan ditiru oleh anak. Biasakan juga anak untuk mengekspresikan emosinya dengan cara yang tepat dan ajarkan anak cara menenangkan diri.

Sumber : bisnis.com