Awas! Duduk Terlalu Lama di Depan Komputer Bisa Bikin Perut Buncit

Ilustrasi - Wisegeek
16 Juni 2021 21:07 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -Dalam sehari, berapa lama kamu duduk di depan komputer? Di tengah tren kerja work form home, pastinya durasinya menjadi lebih lama bagi kebanyakan orang.

Sebuah penelitian seperti dikutip dari Alodokter mengungkapkan, bahwa orang yang pekerjaannya lebih banyak duduk dinilai berisiko 2 kali lipat untuk mengalami serangan jantung dibandingkan orang yang banyak bergerak dalam pekerjaannya.

Bukan hanya itu, duduk terlalu lama juga dapat memperlambat metabolisme tubuh. Hal ini tentu akan menyebabkan penurunan kinerja tubuh dalam mengatur tekanan darah, menjaga kadar gula darah, serta memproses lemak, sehingga meningkatkan risiko terjadinya berbagai macam penyakit. Hal lainnya yang juga tidak kalah mengkhawatirkan adalah duduk terlalu lama bisa membuat otot Anda lemah. Nah Lho!

Pakar kesehatan dari Combiphar, dr Edo Adimasta mengingatkan bahwa duduk secara terus menerus selama lebih dari 40 menit bisa menyebabkan aliran darah menjadi tidak lancar dan pada jangka panjang dapat melemahkan otot di sekitar sendi.

Duduk terlalu lama bisa membuat otot punggung, bahu, dan pinggul bekerja lebih banyak sehingga menjadi kaku, pegal, dan nyeri. Nyeri akan bertambah parah dan lebih cepat datang jika kamu keseringan duduk dengan postur yang tidak benar.

Di lain sisi, kaki dan bokong yang jadi jarang digerakkan bisa mengalami atrofi otot, sehingga otot-otot tersebut menjadi lemah. Risikonya, kamu akan rentan mengalami cedera.

"Otot sekitar sendi mempunyai peran penting dalam mengurangi beban cepatnya keausan pada tulang rawan sendi, hilangnya fleksibilitas, dan nyeri pada sendi. Karenanya nyeri sendi merupakan salah satu gejala paling sering yang dialami kebanyakan orang dengan gaya hidup yang tidak banyak bergerak," kata dr Edo dikutip dari Antara.

Jadi, buat Anda pekerja yang duduk dalam jangka panjang saat bekerja, harus mewaspadai risiko tersebut.

Nyeri sendi hingga radang sendi, kata dr Edo bahkan bisa muncul akibat obesitas yang terjadi karena gaya hidup yang kurang bergerak.

"Tak hanya itu, potensi obesitas yang timbul akibat kurang bergerak, juga ikut berperan sebagai salah satu faktor risiko terjadinya keausan atau radang pada sendi. Karenanya, jangan takut untuk tetap berolahraga walaupun sudah mengalami gejala radang sendi," katanya.

Bukan hanya masalah otot dan sendi saja, duduk terlalu lama dapat menyebabkan berkurangnya produksi lipoprotein lipase yang berfungsi untuk mengolah lemak dan gula tubuh.

Sehingga, duduk terlalu lama bisa menyebabkan lemak dalam tubuhmu menumpuk. Kamu juga lebih berisiko terkena sindrom metabolik yang ditandai dengan kenaikan berat badan dan perut buncit.

Jadi, bagi Anda yang merasa perutnya buncit, mungkin salah satu penyebabnya adalah seringkali duduk terlalu lama saat bekerja.

Menurut dr Edo, dengan memasukkan olahraga ringan dan mengubah pola makan ke dalam rutinitas harian, dapat secara alami menurunkan berat badan dan mengurangi tekanan pada persendian dan masalah yang disebabkan oleh bahaya duduk terlalu lama tersebut.

Berikut lima hal yang dapat dilakukan untuk menghindari nyeri sendi dan otot menurut dr Edo:

1. Tetap aktif secara fisik dengan menggerakkan tubuh. Bangunlah dari duduk dan lakukan peregangan setiap 20 atau 30 menit sekali selama 5 hingga 10 menit, secara berkala.

2. Lakukan aktivitas low-impact yang tidak membebani persendian, seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, berkebun, senam, dan menari.

3. Melatih kekuatan otot, seperti mengangkat beban dan olah raga dengan resistance band dapat membantu memperkuat tulang dan tentunya otot yang menopang persendian.

4. Latih fleksibilitas dan keseimbangan – Sendi yang kaku akan menyulitkan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Gerakan peregangan, yoga, dan tai chi yang lembut dan mudah bagi pemula dapat melatih rentang gerak pada persendian sekaligus membantu melenturkan sendi.

5. Siapkan pereda nyeri topikal atau antiinflamasi nonsteroid demi kenyamanan aktivitas fisik sehari-hari.

"Walaupun belum terdapat pengobatan khusus untuk nyeri sendi, mengatur pola makan dengan mengonsumsi makanan tertentu juga mampu melawan peradangan, memperkuat tulang, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Jangan lupa hindari makanan yang cenderung memperburuk peradangan," kata dr Edo.

Untuk menunjang kesehatan sendi, disarankan mengkonsumsi makanan seperti berikut:

- Buah dan sayuran segar, seperti mangga, alpukat, semangka, brokoli, bayam, wortel, dan paprika merah;
- Ikan yang kaya dengan asam lemak Omega-3 seperti salmon dan tuna;
- Biji-bijian seperti jelai dan gandum, juga kacang-kacangan seperti kacang tanah, kenari dan almond;
- Rempah-rempahan seperti bawang putih, jahe dan kayu manis

Sedangkan daging merah, gula, lemak, garam, tomat, serta terong, adalah makanan yang harus dihindari. Begitu pula dengan makanan tinggi kalori, tinggi purin dan dimasak dengan suhu tinggi, ataupun juga mentega dan alkohol.

Sumber : Antara