Terpapar Covid-19 dan Isolasi Mandiri? Begini Panduan Kesehatan Mandiri di Rumah

Raba nadi yang ada di pergelangan tangan menggunakan tiga jari. - ANTARANEWS
18 Juni 2021 12:07 WIB Ni Luh Anggela Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Anda dinyatakan positif Covid-19? Ingin ke rumah sakit, namun rumah sakit penuh? Sudah berkonsultasi dengan dokter dan dokter mengijinkan Anda untuk melakukan isolasi mandiri di rumah? 

Jika jawabannya ya, maka Anda perlu melakukan pemeriksaan dan cek mandiri kesehatan saat isolasi mandiri di rumah.

“Dengan mengenali tanda-tanda yang abnormal atau bahaya sejak awal, teman-teman bisa mengurangi risiko terjadinya perburukan gejala dan bisa segera ke unit gawat darurat,” tulis dr Decsa Medika, seorang dokter di Rumah Sakit Umum Dr Soetomo di laman Instagramnya @dokterdesca, Jumat (18/6/2021).

Berikut panduan cek kesehatan saat isolasi di rumah yang dibagikan dokter Desca.

1. Cek nadi

Raba nadi yang ada di pergelangan tangan menggunakan tiga jari. Hitung denyut nadi yang dirasakan di pergelangan tangan selama 60 detik. Normalnya dalam 1 menit, hitungan nadi Anda berkisar 60 hingga 100 kali per menit serta iramanya normal teratur. Jika hitungan nadi Anda lebih dari 100 dan ritme nadi Anda tidak teratur, mungkin ada masalah.

2. Cek Tensi

Gunakan tensi digital (jika ada) dan lakukan pengukuran tekanan darah. Pasang manset tensi di lengan Anda, persis di atas siku. Duduk tenang, tunggu hingga 5 menit lalu mulailah melakukan pengukuran tekanan darah. Normalnya, tensi berkisar antara 110–130/60-80 mmHg. Jika tensi Anda rendah atau tinggi, segera dicatat dan bisa dikonsultasikan ke dokter jika terlalu tinggi atau terlampau rendah.

3. Cek suhu

Gunakan termometer yang ada. Jika Anda memakai thermogun arahkan pada dahi Anda, kemudian tekan. Jika memakai termometer digital ketiak, letakkan di ketiak Anda lalu tekan termometernya. Normalnya suhu Anda berkisar antara 36,5 hingga 37,5 Celcius. Apabila suhu tubuh Anda di atas normal, segera konsultasikan ke dokter.

4. Cek nafas

Bernafaslah seperti biasa kemudian hitung, dalam 1 menit berapa kali Anda bernafas. Ingat, nafas seperti biasa ya, tidak perlu dibuat-buat atau ditahan. Anda bisa meminta bantuan keluarga atau teman untuk melihat dan menghitung nafas Anda selama 1 menit. Normalnya, rate nafas Anda tiap menitnya antara 12 hingga 20 kali per menit. Konsultasikan ke dokter jika frekuensi nafas diatas atau dibawah rentang normal.

5. Cek saturasi

Sebaiknya, Anda perlu menyediakan alat pulse oximeter. Alat ini merupakan alat pengukur kadar oksigen di dalam rumah sehingga penting untuk Anda yang sedang menjalani isolasi mandiri. Cara penggunaannya cukup meletakkan jari telunjuk Anda pada alat pulse oximeter, nyalakan dan tunggu hingga alat menunjukkan saturasi oksigen. Normalnya saturasi nafas yang diukur oleh alat ini berkisar di antara 95 hingga 99 persen. Jika saturasi dibawah 95 persen, utamanya jika ada keluhan, segera konsultasikan ke dokter.

6. Catat setiap keluhan

Setiap pagi, usahakan untuk selalu mencatat keluhan yang Anda alami, apakah intensitasnya menetap, bertambah atau berkurang. Setiap ada keluhan, catat  di buku mulai dari tanggal, jam, apakah keluhan semakin berat atau ringan. Selain itu, catat juga pemeriksaan yang dilakukan di atas. Sehingga ketika ada keluhan yang memberat dan harus segera ke dokter, dokter akan segera mengenali dan mengidentifikasi masalah melalui catatan Anda. 

Sumber : Bisnis.com