Ini Tanda-Tanda Kamu Mengalami Obesitas

Obesitas. /Bisnis - Yayus Yuswoprihanto
21 Juni 2021 17:27 WIB Sartika Nuralifah Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Obesitas adalah penyakit yang bisa memicu banyak komplikasi penyakit lainnya.

Seperti penyakit kardiovaskular, stroke, dan diabetes tipe 2. "Sebagian besar penyakit yang datang dengan obesitas adalah penyakit yang berbahaya dan mempunyai gejala yang tak terlihat," kata Kuldeep Singh, MD, direktur Maryland Bariatric Center di Mercy Hospital Baltimore dilansir dari Eat This Not That.

Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda berat badan bertambah atau bahkan memiliki salah satu kondisi kesehatan yang disebabkan oleh obesitas:

1. Pakaian yang semakin sempit

Anda mungkin mendapati bahwa Anda tidak dapat mengancing celana anda, atau jam tangan Anda lebih sempit dari biasanya. "Tidak apa-apa untuk mengabaikan jika pakaian menjadi sempit atau tidak pas," kata Singh. "Daripada membeli pakaian ekstra, pergilah untuk melakukan pemeriksaan." Bisa jadi inilah permulaan dari gejala obesitas.

2. Pembengkakan pada kaki

Peningkatan berat badan dapat memberi tekanan pada sistem vena, yang membawa darah ke seluruh tubuh. Kelebihan berat badan dapat menyebabkan pembuluh darah tersebut berhenti bekerja dengan baik, hal ini menyebabkan pembengkakan dan masalah lain. "Orang dengan obesitas cenderung memiliki varises atau gumpalan darah, mereka mungkin menahan cairan karena tekanan darah tinggi. Itu bahkan bisa menjadi tanda awal gagal jantung." kata Singh.

3. Sesak napas

Orang dengan obesitas dapat menimbun lemak yang besar di sekitar dada, yang dapat menghambat pernapasan. Singh mengatakan ketika mereka berbaring, mereka tidak bisa bernapas dengan benar. Pada beberapa orang memiliki jumlah lemak dada atau perut yang sangat besar menyebabkan diafragma mereka tidak bisa bergerak bebas dan sulit untuk bernafas.

4. Kelelahan

Orang dengan obesitas dapat mengindap sleep apnea, di mana kelebihan lemak menghalangi pernapasan mereka saat tidur. Singh menjelaskan mereka cenderung mendengkur, dan biasanya mereka terbangun karena oksigen darah sangat rendah, dan siklus ini berulang setiap beberapa menit sepanjang malam. Jadi Anda tidak benar-benar tidur dengan nyenyak. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan di siang hari.

5. Sakit kepala

"Sakit kepala bisa sangat dipengaruhi oleh berat badan," kata Singh. Satu kondisi disebut hipertensi intrakranial jinak, di mana tekanan meningkat pada otak.

6. Depresi

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa obesitas membawa peningkatan risiko depresi, dan depresi datang dengan risiko obesitas yang lebih tinggi. Singh melihat depresi pada pasien obesitasnya hampir secara keseluruhan. "Obesitas adalah model depresi bawaan."

Apa artinya? Upaya berulang yang gagal untuk menurunkan berat badan dapat menyebabkan menyerah, yang dapat mengakibatkan kenaikan berat badan lebih lanjut dan depresi yang lebih buruk. Seseorang dengan obesitas mungkin mengalami kesulitan dengan berinteraksi atau merasa tidak dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial, yang dapat mengikis harga diri mereka.

Sebaliknya, seseorang dengan depresi mungkin menyelesaikan masalah dengan hal yang tidak sehat seperti pesta makan atau minum, yang dapat menyebabkan berat badan menumpuk dan dapat memperburuk depresi awal.

7. Apa yang harus dilakukan?

Jika berat badan Anda mengalami kenaikan dan terkait gejala obesitas, temuilah penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan saran. Jangan malu atau takut untuk berkonsultasi. "Yang paling penting adalah mengakui bahwa obesitas adalah masalah, dan itu adalah kondisi kesehatan yang perlu diobati," kata Singh. "Seperti yang kami pahami dan sadari bahwa ini adalah kondisi kesehatan yang perlu ditangani secara medis." Tambahnya. Jadi diskusikan situasi Anda dengan seorang profesional medis agar mendapatkan penanganan.

Sumber : Bisnis Indonesia