Kemenkes: Banyak Anak Positif Covid-19 karena Ulah Orang Tuanya

Ilustrasi. - Freepik
23 Juni 2021 23:27 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Virus Covid-19 tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga anak-anak. Kementerian Kesehatan menduga peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 yang banyak menyerang anak-anak beberapa pekan ini diakibatkan oleh perilaku orang tuanya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan belakangan banyak orang tua yang membawa anak jalan-jalan keluar rumah yang terkadang abai protokol kesehatan.

"Sebenarnya, sumber penularan COVID-19 meningkat pada anak karena perilaku orang tua yang tidak taat protokol kesehatan. Kami lihat anak-anak sekarang sudah dibawa ke mal, mudik, dan berwisata, sehingga risiko keterpaparan jadi besar," kata Nadia saat dihubungi, Rabu (23/6/2021).

Baca juga: Meski Ada PPKM, Menparekraf Sebut Pariwisata Bisa Bangkit Jika Protokol Kesehatan Dipatuhi

Nadia meminta orang tua untuk menjaga anak tetap belajar dan beraktivitas di rumah sebab penularan Covid-19 sedang tinggi.

Orang tua juga harus taat protokol kesehatan saat tiba di rumah sepulang kerja dengan mencopot semua pakaian, mandi, masukkan pakaian ke cairan desinfektan atau detergen, barulah menyentuh anak.

"Tetap protokol kesehatan dan tidak membawa anak-anak ke tempat umum," tegasnya.

Kasus Covid Anak RI Tertinggi di Dunia

Sebelumnya, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan mengungkapkan bahwa kasus positif Covid-19 pada anak-anak di Indonesia sudah mencapai 12,5 persen, angka kematian anak akibat corona pun tertinggi di dunia.

Baca juga: Tak Ada Sukarelawan, Warga Pakai Jas Hujan Makamkan Pasien Covid-19 di Gunungkidul

Aman menggambarkan 1 dari 8 kasus konfirmasi positif di Indonesia adalah anak berusia 0-18 tahun, hal ini sangat berbahaya.

"Kedua, data IDAI menunjukkan case fatality rate-nya itu 3-5 persen. Jadi kita ini kematian yang paling banyak di dunia, jadi bisa dibayangkan kan, 1 dari 8 itu anak dan meninggal 3-5 persen," kata Aman dalam jumpa pers virtual, Jumat (18/6/2021).

Hal itu diperparah dengan keterbatasan rumah sakit menyediakan ICU khusus anak yang membutuhkan pertolongan segera.

Oleh sebab itu, Aman meminta semua kegiatan yang melibatkan anak mulai dari sekolah hingga rekreasi ke luar rumah harus dihentikan sementara.

Orang tua atau pengasuh harus lebih sabar mendampingi anak saat beraktivitas secara online, daripada membahayakan anak keluar rumah.

"Kapan lagi kita jadi orang tua, menyayangi anak? Jadilah orang tua saat pandemi. Dampingi anak-anak kita. Hindari membawa anak ke luar rumah. Kecuali mendesak, anak itu harus di rumah," imbaunya.

Sumber : Suara.com