Ingin Kurangi Konsumsi Makanan Olahan selama Pandemi? Begini Tipsnya

Konsumen memilih sayuran di salah satu super market di Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
24 Juni 2021 12:27 WIB Anissa Putri Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Masyarakat menjadi sangat selektif dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas di luar rumah selama pandemi Covid-19.  

Menerapkan pola hidup sehat menjadi kunci dalam menjaga tubuh agar selalu sehat dan meminimalisir penularan virus Covid-19. Salah satu hal yang penting dalam menjaga kesehatan dengan memperhatikan asupan nutrisi yang kita makan sehari-hari. Makanan yang sehat dapat membantu memenuhi nutrisi pada tubuh.

Namun, demi meminimalisir mobilitas di luar rumah, masih banyak masyarakat yang lebih memilih menyetok bahan makanan olahan dibandingkan bahan makanan segar dengan alasan makanan olahan memiliki masa simpan lebih lama.

Makanan olahan merupakan makanan yang telah dikalengkan, dimasak, dibekukan, dipasteurisasi, atau dikemas. Sayuran kaleng, buah-buahan beku, dan produk susu yang dipasteurisasi, sebagai merupakan salah satu jenis makanan olahan.Namun, beberapa makanan olahan yang tinggi kandungan garam, gula, aditif, dan pengawet dapat membahayakan kesehatan Anda. 

Berikut 8 tips yang dapat dilakukan untuk membantu Anda mengurangi konsumsi makanan olahan yang telah dilansir dari healthline.com.

1. Simpan Lebih Banyak Camilan Sehat
Pastikan selalu dapur Anda tetap penuh dengan banyak makanan ringan bergizi. Beberapa camilan sehat yang dapat dikonsumsi antara lain buah segar, kacang-kacangan, edamame, dan sayuran.

Anda juga dapat menyiapkan beberapa makanan ringan sederhana seperti telur rebus, keripik kentang atau singkong buatan sendiri, dan oats yang didiamkan semalaman.

2. Pilih Makanan Utuh
Salah satu cara paling sederhana untuk mengurangi asupan makanan olahan adalah mulai menukarnya dengan makanan utuh yang lebih sehat. Secara khusus, Anda dapat menukar makanan olahan seperti pasta putih, nasi, roti, dan tortilla dengan alternatif seperti nasi merah, pasta gandum utuh, dan roti gandum.

3. Berkreasi di Dapur
Jika Anda merasa ingin bertualang rasa, berikan sentuhan sehat pada makanan olahan favorit Anda dengan membuatnya kembali di dapur Anda. Ini memberi Anda kendali penuh atas apa yang Anda taruh di piring sambil membiarkan Anda bereksperimen dengan bahan-bahan baru yang menarik.

4. Minum Air Putih
Minuman manis seperti soda, teh manis, dan minuman olahraga mengandung gula dan kalori yang tinggi tetapi rendah nutrisi penting. Secara bertahap menukar minuman ini dengan air sepanjang hari adalah cara yang bagus untuk mengurangi asupan makanan olahan dan meningkatkan kualitas makanan Anda secara keseluruhan. Sebagai alternatif, Anda dapat mencoba memasukkan air dengan buah atau rempah segar untuk menambah rasa.

5. Simpan Makanan Sendiri
Menyiapkan makanan dalam jumlah besar setiap sekali atau dua kali setiap minggu dapat dipastikan bahwa Anda memiliki banyak makanan bergizi yang siap dikonsumsi di lemari es Anda bahkan ketika Anda terlalu sibuk untuk memasak.

Hal ini juga dapat mengurangi godaan untuk melakukan drive-thru dalam perjalanan pulang kerja atau beralih ke frozen food saat terburu-buru.

6. Makan Sayuran
Saat Anda menyiapkan makanan di rumah, sertakan setidaknya satu porsi sayuran untuk meningkatkan asupan makanan sehat yang belum diproses. Sayuran adalah sumber serat yang sangat bergizi dan bagus, yang membuat Anda merasa kenyang dan mengurangi kemungkinan mengkonsumsi camilan selama menunggu waktu makan selanjutnya.

7. Ubah Rutinitas Belanja
Saat Anda pergi ke supermarket, isi keranjang Anda dengan bahan-bahan yang sehat dan dapat diproses minimal seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Pastikan untuk membaca label pada produk makanan favorit Anda saat berbelanja. Bila memungkinkan, hindari makanan dengan banyak natrium, lemak trans, atau tambahan gula.

8. Sedikit Daging Olahan
Daging olahan seperti bacon, sosis, daging kemasan, dan hot dog diklasifikasikan sebagai karsinogenik oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker. Sebagai permulaan, Anda bisa menukar makanan ini dengan jenis daging yang belum diproses seperti ayam segar, salmon, atau kalkun.

Anda juga dapat mengganti daging kemasan dengan isian sandwich lainnya, termasuk salad tuna, dada ayam, atau telur rebus. Anda juga bisa makan lebih banyak protein nabati, seperti kacang-kacangan, tahu, atau tempe.

Sumber : bisnis.com