Hasil PCR Masih Positif Covid-19 Meski Sudah Selesai Isolasi, Bahayakah?

Petugas melakukan tes usap atau PCR test virus Covid-19 di Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), Jakarta, Rabu (12/8/2020). GSI Lab melakukan tes usap Covid-19 secara walk thru, ride thru, dan drive thru. Bisnis - Hendri T Asworo
28 Juni 2021 18:07 WIB Janlika Putri Indah Sari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Pasien Covid-19 yang telah melewati masa isolasi akan tetap dipulangkan meskipun hasil tes masih positif.

Hal tersebut menjadi tanda tanya di masyarakat apakah ini membahayakan untuk menularkan virus.

Banyak yang mempertanyakan kenapa meskipun telah melewati empat belas hari, namun hasil PCR-nya masih positif, dengan nilai CT Value tertentu, namun pasien di izinkan pulang.

Dokter umum, dr. Adam Prabata melalui Instagram resminya menjelaskan bila CT Value tidak dapat menunjukkan seseorang masih menularkan Covid-19.

"Cara untuk mengetahui seseorang masih menularkan Covid-19 adalah dengan kultur virus," ujarnya dikutip dari akun instagramnya @adamprabata.

Adam memaparkan, hasil PCR masih dapat positif setelah pasien dinyatakan sembuh, namun risiko penularan Covid-19 minimal karena mayoritas hasil kultur virus negatif.

Baca juga: IDI: Sudah 401 Dokter Gugur karena Covid-19, Terbanyak Usia 56-60 Tahun

Menurutnya, hal itu karena PCR tidak bisa membedakan virus yang infeksius. Karena itu, katanya, pada fase akhir penyakit, PCR masih bisa positif dengan CT value rendah, namun pasien sudah tidak menularkan.

Hasil PCR Covid-19 positif pada fase akhir penyakit tidak selalu menunjukkan seseorang masih dapat menularkan Covid-19 atau tidak.

Hasil PCR Covid-19 positif dapat bertahan dalam jangka waktu lama, bahkan hingga 3 bulan sejak terinfeksi padahal pasien sudah tidak menularkan.

"Isolasi terlalu lama tidak efisien, padahal pasien sudah tidak lagi menularkan," katanya.

Kesimpulannya, menurut dr Adam, pasien Covid-19 yang sudah selesai isolasi, namun hasil swab PCR asih positif, memiliki risiko minimal untuk menularkan virus sehingga sudah dianggap selesai isolasi.

Tapi, yang terpenting, keputusan menyelesaikan isolasi harus didasarkan pada pertimbangan dan keputusan dokter yang merawat.

"Keputusan selesai isolasi mandiri dan menyatakan pasien Covid-19 sudah sembuh tetap memerlukan pertimbangan dan keputusan dari dokter yang merawat, karena setiap pasien itu unik dan tidak sama persis dengan panduan yang ada," tutupnya.

Sumber : bisnis.com