Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Anak Positif Covid-19 Menurut IDAI

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
30 Juni 2021 15:17 WIB Newswire Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Virus Covid-19 tidak hanya menyerang orang deasa. Ada anak yang ikut terinfeksi Covid-19. Kondisi ini tentu membuat orangtua kerap bingung bagaimana merawat anak positif Covid-19 di rumah karena bergejala ringan.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) - Prof. Dr. Aman Bhakti Pulungan mengatakan langkah pertama untuk tidak panik, dan orangtua harus bertindak tepat dan cepat.

Salah satunya mencari informasi yang akurat, seperti melakukan konsultasi online dengan dokter anak. Biasanya dokter anak meminta orangtua tidak panik, dan menyediakan vitamin untuk diberikan ke anak.

Baca juga: 210 Pasien Covid di Sleman Sembuh

Prof. Aman menjelaskan jika vitamin yang tepat dan aman diberikan untuk anak positif Covid-19, yang bisa membantu tubuh anak melawan virus yakni vitamin C, vitamin D, dan Zinc.

"Vitamin itu kita rekomendasikan untuk merawat anak positif Covid-19 di rumah, karena terbukti ada rekomendasi berdasarkan scientific atau bukti ilmiah," jelas Prof. Aman dalam diskusi di Instagram Live, Selasa (29/6/2021).

Ia menambahkan, di rumah juga harus tersedia obat penurun panas atau paracetamol, dan oximetry atau alat untuk mengukur saturasi oksigen.

Baca juga: Jokowi Targetkan 2 Juta Dosis Vaksin per Hari saat Agustus

Oximetry menjadi penting, karena Covid-19 menyerang saluran napas, dan berisiko membuat kadar oksigen di tubuh berkurang.

"Kalau bisa kita gampang videocall atau WhatsApp Call dengan dokter dan kasih lihat kondisi anaknya ke dokter," jelas Prof. Aman.

Tidak hanya itu, orangtua juga perlu tahu saat anak sedang tidak baik-baik saja (not doing well). Entah dari sikap, kebiasaan, atau perilaku anak yang tidak seperti biasanya, dan kata Prof. Aman orangtua paling mengetahui hal itu.

"Kalau demam tinggi di atas 39 derajat, sampai muntah, dehidrasi diare, tidak mau makan, kalau ini jangan dan segera bawa ke rumah sakit," pungkas Prof. Aman.

Sumber : Suara.com