Begini Cara Menjaga Kesehatan Mental Saat Terinfeksi Covid-19

Ilustrasi kesehatan mental - JIBI/Bisnis.com
03 Juli 2021 04:47 WIB Ni Luh Anggela Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kasus Covid-19 semakin meningkat di Indonesia dan sudah menyentuh angka 2 juta lebih. Risiko terinfeksi virus Corona bisa diminimalkan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

Jika akhirnya Anda terpapar virus ini, Anda tetap perlu menjaga kesehatan mental Anda. Sebab, menurut Zulvia Oktanida Syarif, psikiatri, orang yang terinfeksi Covid-19 dapat mengalami peningkatan kecemasan.

Melalui laman Instagram, Jumat (7/2/2021), dr Zulvia membagikan kiat agar tetap sehat mental saat terinfeksi Covid-19.

1. Tetap tenang

Saat Anda terdiagnosis positif Covid-19, kecemasan mungkin langsung menguasai Anda. Tetapi Anda perlu untuk tetap tenang. Atur nafas Anda, lakukan latihan relaksasi pernapasan untuk membuat Anda tetap tenang.

2. Fokus pada apa yang perlu dilakukan untuk kondisi ini

Memang Anda akan merasa cemas ketika mengetahui Anda positif Covid-19, namun daripada menghabiskan waktu untuk mencemaskan hal ini, cobalah untuk fokus pada obat-obatan yang perlu disiapkan, mengatur tempat untuk isolasi mandiri, mencari alternatif tempat untuk mengungsikan anak-anak, menghubungi dokter atau rumah sakit, melapor ke puskesmas dan mengatur suplai makanan dan kebutuhan logistik lainnya.

3. Pantau gejala secara berkala

Tentukan waktu tertentu untuk memantau gejala, seperti cek suhu, tensi, saturasi oksigen dan sebagainya. Jika tidak ada perubahan kearah perburukan gejala, Anda tidak perlu mengeceknya setiap saat.

4.  Tetap terhubung

Meskipun Anda sedang melakukan isolasi, pastikan untuk tetap terhubung dengan keluarga dan teman-teman Anda. Dengan tetap terhubung, Anda tidak akan merasa sendirian dan kesepian.

5.  Sibukkan diri

Sebelum Anda terinfeksi Covid-19, mungkin ada beberapa hobi yang tidak bisa Anda lakukan karena disibukkan dengan berbagai urusan pekerjaan atau mengurus anak. Manfaatkan waktu isolasi ini dengan melakukan hal-hal yang tidak bisa Anda lakukan sebelumnya, seperti menulis jurnal, membuat vlog keseharian, menonton serial atau film favorit, belajar skill baru dari internet dan sebagainya. Ketika Anda menikmati kegiatan ini selama isolasi, rasa cemas Anda akan mulai berkurang, bahkan bisa hilang.

6. Fokus pada ‘apa’ bukan ‘mengapa’

Daripada meratapi diri dengan pertanyaan mengapa, mengapa dan mengapa, cobalah untuk mengalihkan pikiran Anda menjadi apa yang perlu saya lakukan? Apa yang bisa saya kerjakan? Apa yang perlu saya persiapkan? Serta apa, apa, lainnya yang berfokus pada solusi, bukan pada masalah.

7. Refleksi diri

Saat melakukan isolasi, Anda memiliki waktu yang banyak untuk merefleksikan diri. Renungkan apa yang sesungguhnya penting bagi hidup Anda. Saat sedang melewati ujian, biasanya seseorang lebih mampu untuk merefleksikan diri dan kehidupannya. Sebagian orang merasa lebih tenang saat dapat mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

8. Upayakan memunculkan perasaan positif

Di tengah kondisi yang tak nyaman ini, cobalah untuk melakukan sesuatu untuk membuatmu merasa bahagia, seperti pada poin 5 tadi. Situasi ini mungkin tidak nyaman dan tidak mengenakan untuk Anda, tetapi bertahanlah dan berusahalah sebaik mungkin agar Anda bisa segera pulih kembali. 

Sumber : JIBI/Bisnis.com