Tips dari UNICEF untuk Ibu dan Bayi agar Tetap Aman Selama Pandemi Covid-19

ilustrasi parenting - bisnis.com
06 Juli 2021 12:27 WIB Ni Luh Anggela Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Di masa pandemi Covid-19, semua orang harus menjaga kesehatan secara lebih daripada biasanya guna menghindari penularan. Hal ini termasuk pada ibu yang masih menyusui bayinya.

ASI merupakan sumber nutrisi terbaik untuk bayi dan melindungi mereka dari penyakit. Gangguan menyusui dapat menyebabkan penurunan suplai ASI, penolakan bayi untuk menyusu dan penurunan faktor imun protektif yang terkandung dalam ASI.
 
Tetapi para ibu akan sangat khawatir dan bertanya pada diri sendiri apakah virus corona dapat ditularkan melalui ASI dan apa yang bisa mereka lakukan untuk melindungi diri sendiri dan bayi mereka.
 
Melansir dari laman resmi Unicef, Selasa (6/7/2021), berikut beberapa tips untuk menjaga ibu dan bayi tetap aman selama pandemi Covid-19.
 
1. Tetap menyusui dengan tetap menjaga kebersihan

Sejauh ini, virus tersebut belum ditemukan dalam ASI dan semua ibu disarankan untuk terus menyusui, sembari mempraktikkan kebersihan yang baik selama menyusui. Ini mencakup 3M:
-  Menggunakan masker saat menyusui
-  Mencuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah menyentuh bayi
-  Mengelap dan disinfeksi permukaan secara teratur

Risiko utama bagi bayi adalah tertular virus dari kontak dekat dengan ibu atau anggota keluarga lain yang terinfeksi. Jika ada anggota keluarga yang sakit, berhati-hatilah dan lindungi bayi dengan mempraktikkan 3M.
 
2. Lakukan tindakan kebersihan tambahan dan terus menyusui jika Anda jatuh sakit

Ibu yang terpapar virus corona sesaat sebelum melahirkan dan mulai menyusui, dan mereka yang terinfeksi saat menyusui, akan menghasilkan faktor kekebalan (antibodi) dalam ASI mereka untuk melindungi bayi mereka dan meningkatkan respons kekebalan bayi itu sendiri.
 
“Ini berarti bahwa terus menyusui adalah cara terbaik untuk melawan virus dan melindungi bayi Anda.” tulis Unicef.
 
Jika seorang ibu jatuh sakit dengan gejala demam, batuk atau kesulitan bernapas, ibu harus mencari perawatan medis sejak dini dan mengikuti instruksi dari penyedia layanan kesehatan.
 
Ibu yang cukup sehat untuk menyusui harus terus melakukannya, lebih berhati-hati dengan kebersihan bayi dengan mempraktikkan 3M termasuk memakai masker setiap kali dekat dengan bayi.
 
3. Jika ibu terlalu sakit untuk menyusui, gunakan cangkir dan sendok atau botol susu untuk memberi makan bayi dengan ASI perah

Ketika ibu terlalu sakit untuk menyusui, mereka harus segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Masih memungkinkan untuk memerah susu dan meminta anggota keluarga yang tidak terinfeksi untuk memberi makan bayi menggunakan cangkir dan sendok atau botol susu yang bersih. Akan lebih baik jika anggota keluarga yang sehat untuk mengikuti 3M setiap saat untuk menjaga bayi tetap sehat dan aman.
 
4. Berhati-hatilah saat memberi susu formula

Menyusui adalah cara terbaik untuk menyediakan makanan yang ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Namun, terdapat kasus dimana sang ibu tidak dapat menyusui atau memutuskan untuk tidak menyusui. Selain itu, meluasnya pemasaran susu formula merusak kepercayaan para ibu dan mendorong mereka untuk memberi makan bayinya menggunakan botol dan susu formula.
 
“Dalam kasus ini, sangat penting bahwa bayi diberi makan sesuai dengan petunjuk pada kemasan dan dibutuhkan perawatan ekstra dengan mencuci botol, dot dan peralatan lain yang digunakan secara menyeluruh,” jelas Unicef.

Sumber : Bisnis.com