Kelebihan Berat Badan Lebih Rentan Tertular Covid-19, Benarkah?

Ilustrasi obesitas - Istimewa
10 Juli 2021 18:57 WIB Mutiara Nabila Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta melakukan survei serologi untuk mendeteksi imun seseorang terhadap paparan virus.

Survei menemukan, bahwa orang dengan kelebihan berat badan, obesitas, dan gula darah tinggi berisiko lebih tinggi tertular Covid-19.

Pandu menjelaskan, bahwa hampir separuh penduduk Jakarta pernah terinfeksi Covid-19, terbanyak pada usia 30-49 tahun.

Adapun, infeksi pada kelompok perempuan terdeteksi lebih tinggi sampai 47,9 persen dan kelompok yang belum kawin lebih rendah risiko terinfeksi 39,8 persen.

Penduduk di wilayah padat penduduk juga tercatat lebih rentan terinfeksi Covid-19 sampai 48,4 persen.

“Selain itu, semakin meningkat indeks massa tubuh, semakin banyak juga yang terinfeksi, dalam hal ini kelebihan berat badan 52,9 persen dan obesitas 51,6 persen. Orang dengan kadar gula darah tinggi juga lebih berisiko,” jelasnya, mengutip keterangan resmi Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (10/7/2021).

Prevalensi

Adapun, prevalensi penduduk yang pernah terinfeksi adalah sebesar 44,5 persen dengan estimasi warga yang pernah terinfeksi adalah 4.717.000 dari total penduduk Jakarta sebanyak 10.600.000 orang.

Dari jumlah estimasi warga yang pernah terinfeksi, hanya 8,1 persen yang terkonfirmasi.

Sebagian besar yang pernah terinfeksi, tidak terdeteksi. Selain itu, sebagian besar yang pernah terinfeksi, baik terdeteksi maupun tidak terdeteksi, tidak pernah merasakan gejala.

Sebagai informasi, survei serologi dilaksanakan berbasis populasi dengan metode sampling, pada kurun waktu 15-31 Maret 2021.

Survei dilakukan di 100 kelurahan di 6 wilayah kota/kabupaten administrasi, mencakup 4.919 sampel berusia >1 tahun 98,4 persen dari total 5.000 target sampel, meliputi 54 persen perempuan dan 46 persen laki-laki, dengan kelompok usia 1-14 tahun 21,6 persen, 15-49 tahun 52 persen, dan 50+ tahun 26,4 persen.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia