Sesak Saat Isoman, Simak Tip Berikut

Ilustrasi. - Freepik
14 Juli 2021 16:17 WIB Mediani Dyah Natalia Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pasien Covid-19 dengan gejala ringan direkomendasikan untuk menjalani isolasi mandiri (isoman) karena jumlah bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit masih terbatas. Kendati demikian, bagi penyintas virus Corona yang merasakan gejala lain seperti sesak nafas diimbau tidak cemas dan segera melakukan pertolongan pertama. 

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Akademik UGM, dr. Astari Parnindya Sari, M.Sc., Sp.P.,  menyampaikan teknik proning memang dapat membantu seseorang yang mengalami sesak nafas termasuk pada pasien Covid-19. Kendati begitu, teknik ini hanya bersifat sebagai pertolongan pertama atau sementara sebelum mendapatkan dukungan oksigen dan perawatan di rumah sakit.

“Posisi prone (tengkurap) bisa membantu menaikan saturasi oksigen dalam tubuh. Namun, kita tetap harus memperhatikan berapa target oksigen minimal pasien. Meskipun prone bisa membantu menaikan sturasi, tetapi jika masih terlalu jauh dari target saturasi minimal, maka tetap membutuhkan tambahan oksigen,” paparnya seperti dikutip dari rilis yang Harianjogja.com terima pada Selasa (13/7).

Astari menjelaskan posisi prone dianjurkan untuk memaksimalkan fungsi paru bagian belakang atau yang berada pada bagian punggung. Pasalnya, saat tidur dalam posisi terlentang fungsi paru di bagian punggung cenderung kurang bekerja secara maksimal. Dengan melakukan posisi prone diharapkan dapat memudahkan daerah paru di belakang mengambil oksigen sehingga dapat meningkatkan suplai oksigen dalam tubuh.

“Dengan posisi tengkurap bisa membuka area-area paru di belakang yang luasannya lebih besar dibanding bagian depan sehingga memudahkan dalam mengambil oksigen dan menaikan saturasi,” tuturnya.

Lalu bagimana teknik proning yang benar untuk membantu pasien sesak nafas? Astari menyampaikan bahwa ada tiga posisi yang bisa dilakukan. Pertama, posisi tengkurap dengan meletakkan bantal di area leher, panggul, serta kaki. Kedua, tidur menyamping dengan mletakkan bantal di kepala, pinggang, dan kaki. Ketiga, tidur bersandar pada tumpukan bantal. Masing-masing posisi dilakukan selama 30 menit.

Kendati bisa membantu pasien ssak nafas, posisi proning tidak disarankan untuk beberapa orang. Beberapa diantaranya adalah wanita hamil,  pasien dengan trombosis vena, pasien dengan gangguan jantung, serta patah tulang panggul.