Varian Delta Lebih Ganas atau Lebih Menular?

Seorang petugas berjas pelindung memeriksa suhu seorang penumpang yang tiba di Stasiun Xianning Utara, di Xianning, sebuah kota yang berbatasan dengan Wuhan di utara, di provinsi Hubei, China 24 Januari 2020. - REUTERS - Martin Pollard
14 Juli 2021 16:37 WIB Mediani Dyah Natalia Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Tingginya jumlah penambahan kasus Covid-19 akhir-akhir ini sering dikaitkan dengan keberadaan varian virus Corona, Delta. Meski ada keterkaitan, tetapi efek yang ditimbulkan varian ini masih perlu diteliti lebih lanjut. 

Epidemiolog UGM Bayu Satria Wiratama,S.Ked., MPH., mengatakan kajian mengenai tingginya kasus kematian yang disebabkan oleh varian Delta masih sedikit sehingga belum dapat disimpulkan jika virus ini ganas. Namun mengenai varian delta lebih menular memang buktinya sudah lebih kuat.

“Lebih menular ini yang mengakibatkan kenapa lebih banyak kasus yang berat ketika varian Delta muncul. Karena varian delta mengakibatkan lebih banyak orang sakit dan hal ini akan berbanding lurus dengan meningkatnya orang yang bergejala sedang-berat. Jadi bukan karena variannya sendiri secara langsung,” ujar dia seperti dikutip dari rilis yang Harianjogja.com, terima pada Jumat (9/7). 

Selain itu, banyaknya kasus kematian ini disebabkan makin banyak kasus positif Covid-19 maka pasien yang membutuhkan perawatan juga meningkat padahal kapasitas rumah sakit tidak bisa bertambah dengan cepat akibatnya banyak pasien yang tidak mendapatkan perawatan di Rumah Sakit rujukan. 

“Kondisi ini  mengakibatkan angka kematian meningkat,”paparnya.