Benarkah Vaksin Menekan Potensi Kematian Pasien Covid-19?

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
14 Juli 2021 17:27 WIB Mediani Dyah Natalia Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemberian vaksin terus digalakkan dan diperluas peruntukannya. Salah satu alasan program ini terus direalisasikan dan diperbanyak karena vaksin dapat mengurangi potensi kematian pada pasien Covid-19, benarkah demikian? 

Menanggapi hal tersebut, Epidemiolog UGM Bayu Satria Wiratama,S.Ked., MPH., menuturkan jika data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menyebutkan sekitar 90% persen kasus kematian pada pasien Covid-19 lebih banyak terjadi pada orang yg belum divaksinasi terlalu optimistis. Justru, kata dia, angka sebenarnya masih dibawah itu. 

“Namun bagi saya masih cukup bagus untuk mengurangi fatalitas pada Covid-19,”katanya seperti dikutip dari rilis yang Harianjogja.com, terima pada Jumat (9/7). 

Bayu sependapat pemerintah tengah menggenjot program vaksinasi di tengah banyak warga yang enggan melakukan vaksin serta masih melonjaknya kasus dan kondisi banyaknya kamar khusus covid-19 rumah sakit yang penuh. 

“Saya setuju dengan langkah mempercepat vaksinasi yang seharusnya juga didukung dengan edukasi dan langkah pemberantasan info hoaks agar orang semakin yakin untuk vaksin. Namun info hoaks ternyata lebih masif sehingga hal itu menghambat proses peningkatan angka vaksinasi,” tegasnya. 

Ditanya mengenai efektivitas vaksin terhadap varian virus Corona yang kemungkinan lebih ganas dan cepat menular, Bayu menjelaskan idealnya untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan vaksin yang baru. Bahkan semua vaksin yang ada saat ini dapat diperbarui sesuai dengan hasil penelitian yang ada. 

“Apabila dinilai varian yang baru benar-benar dapat mengurangi signifikan kemampuan vaksin terhadap virus SARS-CoV-2 maka akan dibuat semacam booster untuk vaksin tersebut. Namun itu pun jika memang ada alokasi khusus yang tidak mengganggu vaksinasi secara umum maka bisa diberikan,”pungkasnya.