Muncul Jerawat, Jangan-Jangan ...

Ilustrasi - Thefiscaltime
15 Juli 2021 23:47 WIB Ni Luh Anggela Lifestyle Share :

Harianjogja.com, com JAKARTA--Tahukah Anda bahwa otak dan kulit terhubung?

Dalam embrio manusia yang sedang berkembang, epidermis (lapisan luar kulit) dan otak serta sumsum tulang belakang (sistem saraf pusat) berkembang dari lapisan yang dikenal sebagai ektoderm. Keduanya berasal dari tempat yang sama.
 
Seorang dokter kulit dan magister uji klinis, dr Mara P. Evangelista-Huber melalui laman Instagramnya, Kamis (15/7/2021), mengatakan otak dan kulit ini berkomunikasi satu sama lain. Stres memicu berbagai proses dalam tubuh manusia, yang secara langsung dapat berdampak pada kulit.
 
Stres mengaktifkan sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (trio kelenjar yang memainkan peran kunci dalam respons tubuh terhadap stres).
 
Hal ini memicu pelepasan hormon yang pada gilirannya memberitahu kelenjar adrenal untuk memproduksi kortisol dan adrenalin.
 
Stres juga mengaktifkan sistem saraf simpatik, yang bertanggung jawab atas respons "melarikan diri atau melawan" tubuh terhadap bahaya yang dirasakan.  Ini semakin meningkatkan produksi adrenalin melalui kelenjar adrenal.
 
Hormon stres kortisol dan adrenalin bekerja pada kulit dengan memengaruhi respons imun dan inflamasi, serta memengaruhi aliran darah.
 
Stres memicu perubahan pada kulit secara tidak langsung melalui otak dan sistem simpatis dan secara langsung dengan memengaruhi fungsi kulit (kulit juga mampu memproduksi hormon-hormon ini sebagai respons terhadap stres, yang selanjutnya menambah disregulasi imun).
 
Mekanisme ini pada gilirannya dapat menyebabkan perubahan kulit ini:
- Memburuknya kondisi kulit inflamasi yaitu eksim, psoriasis, jerawat dan rosacea.
- Gangguan penghalang kulit dan perpanjangan proses perbaikannya.
- Jenis kerontokan rambut yang menyebar (telogen effluvium).
 
Menurutnya, menghilangkan stres sepenuhnya dari hidup kita sangat tidak mungkin, tetapi kita dapat mencoba untuk mengelolanya.
 
“Mengelola stres dapat berdampak positif pada kulit, dan meminimalkan munculnya beberapa penyakit kulit inflamasi.” kata dr Mara.
 
Cara terbaik untuk mengelola stres adalah menemukan jalan keluar yang paling cocok untuk Anda.
 
Cobalah untuk menerapkan skinvesting berikut:

1. Pertahankan rutinitas perawatan kulit serta rencana perawatan medis apa pun yang telah Anda resepkan untuk kondisi kulit apa pun. Kulit adalah organ tubuh terbesar, dan menjaganya agar tetap sehat adalah yang terpenting.
 
2. Menjaga kulit tetap sehat dan memastikan kemampuannya untuk menjalankan banyak fungsinya:
- Menyediakan penghalang dan pelindung terhadap cedera mekanis, termal, dan fisik, serta zat berbahaya.
- Mencegah hilangnya kelembaban.
- Melindungi dari efek berbahaya radiasi ultraviolet.
- Mendeteksi sentuhan, rasa sakit dan suhu.
- Membantu mengatur suhu.
- Mendeteksi dan melawan infeksi.
- Produksi vitamin D dengan paparan sinar matahari.
 
3. Perawatan kulit merupakan salah satu dari sekian banyak cara yang bisa dilakukan untuk melakukan perawatan diri dan mengurangi stres. Ini dapat meningkatkan harga diri, mendukung kesehatan mental dan emosional, meningkatkan suasana hati dan membuat Anda merasa seperti Anda telah melakukan sesuatu untuk diri sendiri.
 
4. Anda juga bisa melakukan hal-hal seperti, meditasi dan latihan pernapasan, mendengarkan musik favorit Anda, berolahraga dan keluar, memasak atau mencari resep baru, membuat feed Anda hanya berisi hal-hal yang membuat Anda merasa baik, dan membatasi waktu layar.

Sumber : JIBI/Bisnis.com