Program Bayi Tabung Kian Diminati, Tertarik?

Ilustrasi program bayi tabung
16 Juli 2021 11:17 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Perkembangan program IVF di Indonesia pun semakin pesat. Saat ini terdapat lebih dari 36 layanan bayi tabung di Tanah Air dengan angka siklus mencapai 10.000 siklus.

"Program bayi tabung sendiri sebetulnya sudah menjadi tuan rumah di Indonesia. Saat ini jumlah siklus bayi tabung di Indonesia sudah mencapai lebih dari 10.000 siklus dan sekitar 40 persennya dilakukan di klinik Morula IVF," kata President Director Morula IVF Indonesia, dr. Ivan Riza Sini dalam keterangannya.

Dia juga menekankan dibandingkan dengan negara tetangga, jumlah siklus bayi tabung di Indonesia sangat besar sehingga pengalaman dokter pun lebih tinggi.

Dia memaparkan hingga saat ini Morula IVF telah melakukan total 4.015 prosedur IVF pada 2020 dan memiliki tingkat keberhasilan bulanan rata-rata 53%. Pada 2020 dan mencapai tingkat keberhasilan bulanan tertinggi 71%, dengan prognosis yang baik di antara wanita di bawah 35 tahun.

Program bayi tabung merupakan pemanfaatan teknologi reproduksi berbantu dengan cara mengawinkan sperma dalam jumlah tertentu dengan sel telur yang dilakukan di luar tubuh manusia. Dalam metode ini, sel telur akan dibuahi sperma di luar tubuh, atau lebih tepatnya di laboratorium embriologi. Sperma yang digunakan untuk membuahi sel telur dipilih dengan kualitas terbaik agar proses kehamilan berjalan lancar. Setelah embrio mulai terbentuk, lalu akan dipindahkan ke dalam rahim sang ibu. Tentu ini menjadi titik cerah bagi pasangan yang kesulitan memiliki momongan.

Meskipun prosedur bayi tabung terdengar simpel, praktik tidak semudah yang dibayangkan. Pasalnya, hal ini melibatkan banyak aspek dan diperlukan persiapan yang sangat matang, baik dari segi calon ibu maupun ayah. Tak heran jika biaya IVF ini sedikit mahal. Di Indonesia, biaya IVF bayi tabung berbeda-beda tergantung rumah sakit tempat melakukan prosedur ini. Adapun estimasi biayanya berkisar antara Rp60 juta hingga Rp100 juta.

Untuk menjalankan program IVF pasangan harus memenuhi beberapa persyaratan administrasi. Mulai dari tidak boleh pada pasangan yang belum menikah, tidak menggunakan ibu pengganti, tidak boleh menggunakan bank sperma, hingga tidak boleh pada pasangan yang sudah meninggal dunia, diwajibkan mempersiapkan buku nikah sipil.

Setelah melewati proses administrasi, pasangan suami istri akan melalui beberapa pemeriksaan kesehatan, pengecekan sperma serta konseling untuk persiapan mental. "Ada tim konseling untuk pasien karena ini penting sekali untuk melalui proses yang naik turun selama program bayi tabung," ucap dr. Ivan.

Morula IVF Indonesia juga terus mendukung program pemerintah terkait pemutusan penularan virus Covid-19 dengan menjaga physical distancing, dan melakukan berbagai penyesuaian termasuk keamanan protokol medis dan layanan kepada pasien demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Dia menambakan, sebagai salah satu klinik bayi tabung pertama di Indonesia, baru saja Morula IVF meraih penghargaan sebagai ‘2021 Best Practices Award – IVF Company of The Year” dari Frost & Sullivan.

Hal ini, karena dalam tiga tahun terakhir, Morula IVF telah memperlihatkan pertumbuhan yang signifikan di Indonesia, baik dari segi pendapatan, jumlah cabang, keberadaan negara, jumlah prosedur in vitro fertilization (IVF) atau disebut bayi tabung, dan tingkat keberhasilan bayi tabung. Morula IVF dinilai unggul dalam banyak kriteria pada kategori in vitro fertilization (IVF).

“Di tahun ke 23 ini kami ingin terus memberikan solusi dan edukasi kepada pasien mengenai pelayanan IVF yang kami lakukan di Indonesia. Kami pun memiliki mimpi untuk terus memberikan layanan terbaik bagi pasien melalu practice excellence kami”, ujar Ade Gustian Yuwono, Managing Director Morula IVF Indonesia.

Sumber : JIBI/Bisnis.com