Penelitian Terbaru: Penyintas Covid-19 Punya Antibodi hingga 9 Bulan

Plasma darah dipegang oleh petugas medis
21 Juli 2021 17:27 WIB Novita Sari Simamora Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Penelitian terbaru dari Italia menemukan fakta terbaru yakni penyintas Covid-19 masih memilikki antibodi dari hingga 9 bulan setelah terinfeksi.

Mengutip dari Nature, Rabu (21/7/2021), pada Februari dan Maret 2020 peneliti Italia melakukan swab massal di Vo' Italia. Ada tiga pengujian yang dilakukan yakni tes antigen, tes netralisasi dan swab polymerase chain reaction (PCR).

Subjek yang dinyatakan positif melalui tes PCR dan serologi pada Februari dan Maret, maka diuji lagi pada Mei 2020. Pada Mei 2020, sebanyak 2.602 peserta ikut dalam penelitian tersebut.

BACA JUGA : Epidemiolog Sebut Antibodi Penyintas Covid

"Kami memperkirakan seroprevalensi 3,5 persen (95 persen credible interval (Crl):2,8-4,3 persen) pada bulan Mei," seperti dikutip dari penelitian.

Seroprevalensi adalah jumlah individu dalam suatu populasi yang menunjukkan hasil positif untuk penyakit tertentu berdasarkan spesimen serologi. Pada Mei 2020, orang yang positif Covid-19 masih memiliki serum antibodi pada tubuhnya.

Kemudian, peneliti mengambil sampel pada November 2020. Maka diperoleh hasil yakni 98,8 persen orang yang pernah terinfeksi Covid-19 dari sampel tersebut masih memiliki serum antibodi.

"Pada November, 98,8 persen subjek masih memiliki serum antibodi yang positif," seperti dikutip dari hasil penelitian. Klik ini untuk membaca hasil penelitian.

Sementara itu, Dokter Adam Prabata juga membagikan hasil penelitian melalui Twitter. Dia mengungkapkan bahwa penyintas Covid-19 masih terdeteksi memiliki antibodi Covid-19 hingga 9 bulan sejak terdiagnosis.

BACA JUGA : Ungkap Pengalaman Sembuh dari Covid-19, Bupati Halim

"Kabar baik untuk para penyintas Covid-19! Sebanyak 98,8% penyintas masih terdeteksi antibodinya hingga 9 bulan sejak terdiagnosis. Kadar antibodi relatif sama baik pada yang bergejala maupun yang tidak bergejala," tulisnya melalui Twitter.

Hingga saat ini, Indonesia masih menjadikan syarat 3 bulan setelah terinfeksi Covid-19 sebagai syarat donor konvalesen.

Berikut syarat menjadi pendonor plasma konvalesen di Indonesia:

1. Memiliki riwayat konfirmasi positif Covid-19 dalam 3 bulan terakhir

2. Kondisi sehat dan tidak memiliki penyakit kronik menular via darah (misal hepatitis, HIV, dsb.)

3. Sudah dinyatakan bebas Covid-19 atau telah negatif atau telah sembuh minimal 14 hari sampai dengan 3 bulan

4. Diutamakan usia 17 – 60 tahun

5. Diutamakan laki-laki atau perempuan yang belum pernah hamil 

6. Berat badan minimal 50 kg

7. Bersedia menandatangani Informed Consent (persetujuan donor)

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia