Anak Tak Aktif selama PPKM, Simak Tip Ini

Foto ilustrasi. - Freepik
22 Juli 2021 16:57 WIB Mediani Dyah Natalia Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat memberikan dampak besar bagi anak-anak. Aktivitas setiap hari di rumah membuat mereka Indonesia memiliki kecenderungan sedentary lifestyle atau gaya hidup tidak aktif. 

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh National Center for Biotechnology Information mencatat hampir 33,8% anak Indonesia memiliki kecenderungan gaya hidup tidak aktif. Kebiasaan ini misalnya dengan berdiam diri, jarang berolah raga, serta mengonsumsi makanan minuman tidak sehat secara berlebihan. Apabila dibiarkan, hal tersebut dapat memengaruhi perilaku dan kesehatan anak di masa depan. 

Apalagi sedentary lifestyle ini berkaitan dengan prevalensi obesitas pada anak, serta meningkatkan risiko hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas dan diabetes. Dikhawatirkan, kebiasaan minum yang kurang baik dapat memperburuk dampak dari sedentary lifestyle di masa pandemi seperti sekarang ini. 

Menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud), beberapa cara bisa dilakukan orang tua untuk mengurangi sedentary lifestyle. 

Aktivitas Fisik Favorit

Orang tua dapat mencari aktivitas fisik favorit anak dan membuat permainan sederhana, seperti bermain bola, memanjat, atau permainan berburu harta karun yang mengharuskan anak keliling rumah. Bisa juga dengan mengajak membersihkan rumah yang dikemas dengan permainan, misalnya dengan memberikan stiker yang dapat dikoleksi, dan sebagainya. 

Hidrasi Sehat

Selain aktif bergerak, penting bagi orang tua untuk membantu anak menerapkan hidrasi sehat. “Selain ada kecenderungan kurang aktif bergerak, riset juga menemukan 1 dari 5 anak Indonesia masih kurang minum. Padahal, kebiasaan minum yang baik tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan anak tetapi juga membantu anak menjadi lebih cermat, tanggap, dan memiliki performa yang baik,“ ujar Dokter Anak Konsultan Tumbuh Kembang dan Pakar Hidrasi, Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), M.P.H. seperti dikutip dari rilis yang Harianjogja.com terima Kamis (22/7/2021). 

“Anak membutuhkan dukungan orang tua agar mereka tetap aktif, terhidrasi, dan fokus. Pastikan kebutuhan air berkualitas dan nutrisi seimbang terpenuhi, serta kebiasaan hidup aktif ditingkatkan. Hal ini akan mendukung kualitas kesehatannya hingga dewasa nanti.” 

Pengingat Menarik

Dokter Bernie menambahkan anak cukup minum juga dapat disiasati dengan cara yang menyenangkan. “Anak-anak membutuhkan minimal tujuh gelas air minum setiap harinya. Proporsi kandungan air dalam tubuh anak lebih tinggi dari orang dewasa, namun mekanisme haus anak belum berkembang dengan baik, sehingga membutuhkan dukungan yang optimal. Kita bisa membuat pengingat menarik untuk anak-anak seperti gambar lucu, mewarnai water tracker setiap beberapa jam sekali, memberikan botol minum yang menarik dan lain sebagainya,” katanya. 

Mengingat risiko di balik gaya hidup kurang gerak serta pentingnya pemenuhan hidrasi pada anak, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tahun ini, Aqua kembali hadir sebagai mitra orang tua dalam mendorong kebiasaan minum yang sehat pada anak. 

“Sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2021 yaitu Anak Terlindungi Indonesia Maju, kami ingin mengajak orang tua untuk melindungi kesehatan anak dengan membangun kebiasaan gerak aktif, disertai dengan asupan hidrasi sehat dari air minum berkualitas,” jelas Brand Director Danone-Aqua, Intan Ayu Kartika. 

Selain itu, sebagai alternatif kegiatan di rumah, orang tua juga dapat mengajak anak-anak untuk mengikuti praktik-praktik yang disarankan di pelajaran daring Sampahku, Tanggung Jawabku yang kami luncurkan beberapa bulan lalu bersama wadah edukasi digital Sekolahmu,” sehingga anak dan keluarga bisa bergerak aktif, bermain bersama, sekaligus belajar peduli pada lingkungannya. Harapan kami, anak-anak Indonesia dapat tetap sehat dan aktif bergerak di tengah tantangan suasana seperti apapun.”