Ini 10 Cara Mendukung Anak Saat Mengerjakan Tugas Sekolah

Anak belajar di rumah. - JIBI/Bisnis.com
23 Juli 2021 21:07 WIB Ni Luh Anggela Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Anak-anak lebih berhasil di sekolah ketika orang tua secara aktif tertarik pada pekerjaan rumah mereka. Orang tua aktif yang terlibat dalam pekerjaan rumah mereka menunjukkan kepada anak-anak Anda bahwa apa yang mereka lakukan itu penting.

Tentu saja, membantu pekerjaan anak tidak melulu mengharuskan Anda untuk duduk berjam-jam bersama mereka. Anda dapat mendukung dengan menunjukkan keterampilan belajar dan organisasi, menjelaskan masalah yang rumit atau sekedar mengingatkan anak-anak untuk beristirahat sejenak dari tugas mereka.
 
Melansir kidshealth.org, Jumat (23/7/2021), berikut 10 cara mendukung anak saat mengerjakan tugas sekolah.
 
1. Kenali para guru

Sebagai orang tua, sangat penting untuk mengenali guru anak di sekolah, terutama guru yang mengajar anak Anda secara langsung. Anda bisa mulai dengan menghadiri acara sekolah seperti konferensi orang tua – guru, untuk bertemu dengan guru anak Anda. Di masa pandemi seperti ini, tentu Anda tidak bisa bertemu secara langsung dengan guru anak Anda. Sebagai gantinya, Anda bisa meminta nomor telepon guru untuk menanyakan kebijakan pekerjaan rumah mereka dan bagaimana Anda harus terlibat di dalamnya.
 
2. Siapkan area yang nyaman untuk mengerjakan tugas

Pastikan anak-anak memiliki tempat yang cukup terang untuk menyelesaikan pekerjaan rumah. Simpan persediaan seperti kertas, pensil, lem dan gunting dalam jangkauan.
 
3. Jadwalkan waktu belajar yang teratur

Sebelum menentukan jadwal untuk anak, pastikan agar jadwal yang dibuat sesuai dengan kondisi anak. Beberapa anak bekerja paling baik di sore hari, setelah camilan dan waktu bermain; yang lain mungkin lebih suka menunggu sampai setelah makan malam.
 
4. Bantu anak membuat rencana

Ketika ada tugas yang sangat berat untuk diselesaikan, dorong anak Anda untuk membagi pekerjaan menjadi beberapa bagian yang dapat dikelola. Buat jadwal kerja untuk malam hari jika perlu — dan luangkan waktu untuk istirahat 15 menit setiap jam, jika memungkinkan.
 
5. Jauhkan gangguan seminimal mungkin

Ini artinya tidak ada TV, musik yang keras atau panggilan telepon. Namun perlu diingat, beberapa anak mungkin suka dengan suasana belajar yang sedikit ramai.
 
6. Pastikan anak-anak melakukan tugas mereka sendiri

Mereka tidak akan belajar jika mereka tidak berpikir untuk diri mereka sendiri dan membuat kesalahan mereka sendiri. Orang tua dapat memberikan saran dan bantuan dengan arahan. Tapi itu tugas anak-anak untuk melakukan pembelajaran.
 
7. Menjadi motivator dan monitor

Tanyakan kepada anak tentang tugas, kuis, dan tes. Berikan dorongan, periksa pekerjaan rumah yang telah diselesaikan, dan sediakan diri Anda untuk pertanyaan dan masalah. Selain Anda dapat mengetahui tugas-tugas yang diberikan, anak juga belajar untuk bertanggung jawab dengan tugas yang mereka terima.
 
8. Berikan contoh yang baik

Apa yang dilakukan orang tua, lebih mudah diikuti anak-anak daripada mendengar nasihat-nasihat Anda. Karena itu, berikan contoh yang baik saat Anda bersama dengan anak, seperti membaca buku misalnya.
 
9. Pujilah kerja dan usaha anak

Tidak ada salahnya memuji hasil kerja dan usaha anak. Sebuah pujian dapat memotivasi anak untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi. Anda bisa melakukannya dengan cara menempelkan hasil tes mereka di lemari es, atau menyebutkan prestasi anak kepada kerabat Anda.
 
10. Dapatkan bantuan jika ada masalah yang berlanjut dengan tugas rumah

Bicarakan hal itu dengan guru anak Anda. Beberapa anak mengalami kesulitan melihat papan tulis dan mungkin membutuhkan kacamata; orang lain mungkin memerlukan evaluasi untuk masalah belajar atau gangguan perhatian.

Sumber : JIBI/Bisnis.com