Kecil Kemungkinan Individu yang Sudah Vaksin Menjadi Penular Covid-19

Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 "Comirnaty" Pfizer-BioNTech di pusat vaksinasi Paris, Prancis (12/5/2021)./Antara - Reuters/Gonzalo Fuentes
25 Juli 2021 01:37 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Varian baru Covid-19 memungkinkan orang dapat tertular sekalipun sudah disuntik vaksin covid-19. Meski demikian, para ahli percaya bahwa kemungkinan orang yang sudah divaksin sakit parah sangat rendah.

Para ahli telah menekankan pada efisiensi vaksin Covid terhadap varian Delta. Kedua vaksin buatan India, Covaxin dari Bharat Biotech dan Covishield dari Oxford-Astrazeneca, telah terbukti efektif melawan varian Delta. Studi juga telah membuktikan kemampuan Pfizer untuk mengurangi risiko rawat inap pada pasien yang terinfeksi varian Delta.

Divaksinasi lengkap tidak berarti Anda benar-benar kebal terhadap virus SARs-COV-2. Itu hanya berarti bahwa Anda berisiko rendah terhadap penyakit parah dan rawat inap.

Namun, laporan menunjukkan bahwa orang yang divaksinasi lengkap kemudian terinfeksi, kebanyakan dari mereka tanpa gejala.

Dengan meningkatnya varian delta, ada kemungkinan besar individu yang divaksinasi lengkap tertular virus dan tanpa sadar dan diam-diam meneruskannya ke orang berikutnya. Namun, para ahli percaya bahwa sangat tidak mungkin penularan COVID dapat terjadi karena orang yang divaksinasi sepenuhnya.

Untuk menularkan penyakit, seseorang harus memiliki kandungan virus yang tinggi di dalam tubuh, menurut para ahli. Mengingat bahwa vaksin memungkinkan seseorang membawa viral load infeksi yang tinggi, kecil kemungkinannya individu yang divaksinasi dapat menjadi penular.

Dr Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, dalam sebuah pengarahan juga menekankan hal yang sama dan mengatakan bahwa orang yang divaksinasi yang tertular COVID-19 jauh lebih kecil kemungkinannya untuk menyebarkan virus daripada orang yang tidak divaksinasi.

Dia juga menyebutkan sebuah penelitian besar yang melacak penularan COVID pada orang yang divaksinasi dan tidak divaksinasi.

Di Inggris dan Amerika Serikat, penelitian telah menunjukkan bahwa kasus Delta jauh lebih ringan pada orang yang divaksinasi.

Yang terpenting, apakah Anda divaksinasi atau tidak, menerapkan prokes sangat penting bahkan ketika keadaan sudah mulai normal.

Sumber : bisnis.com