Begini Tips Turunkan Berat Badan dengan Aman Selama Pandemi Covid-19

Ilustrasi diet sehat dan aman untuk dilakukan - Freepik.com
30 Juli 2021 23:07 WIB Anissa Putri Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Bukan rahasia lagi, selama masa pandemi banyak orang yang mengalami kenaikan berat badan selama melakukan karantina di rumah. Kebiasaan makan orang-orang berubah seiring dengan tingkat aktivitas mereka selama pembatasan sosial, termasuk PPKM.

Hal tersebut menyebabkan banyak orang menghadapi jenis ancaman kesehatan yang berbeda, salah satunya obesitas. Heather Tressler, Ahli diet di Penn State Health Milton S. Hershey Medical Center menjelaskan alasan mengapa banyak orang mengalami kenaikan berat badan selama pandemi Covid-19.

“Mereka menggunakan makanan sebagai pereda stres, atau mereka membeli makanan mereka dengan tanggal kedaluwarsa lebih lama. Jadi selamat tinggal buah dan sayuran segar. Halo keripik dan permen.” Ucap Heather Tressler, dilansir pada news.psu.edu, Jumat (30/7/2021).

Berikut adalah 3 tips yang perlu diingat jika Anda ingin menurunkan berat badan dengan aman:

1. Lupakan Diet
Diet terdengar sangat menarik dan memikat bagi sebagian orang yang ingin menurunkan berat badan. Banyak orang berniat melakukan penurunan berat badan dalam jangka pendek, tetapi banyak yang tidak konsisten. Lebih buruknya, misalnya melakukan diet yang terlalu menekankan asupan lemak tinggi, dapat menyebabkan lonjakan kolesterol.

Berat badan hanyalah salah satu dari beberapa pengukuran yang harus Anda pikirkan terkait kesehatan Anda. Lebih penting untuk mengetahui angka kolesterol, trigliserida, dan tekanan darah. Mereka akan memberi gambaran yang lebih baik tentang kesehatan Anda dan cara teraman untuk menurunkan berat badan.

2. Jangan Terobsesi dengan Kalori
Meski terasa lebih sulit, tetapi menurunkan berat badan termasuk dalam pengurangan dasar. Jika mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibutuhkan untuk mempertahankan berat badan Anda saat ini, berat badan Anda akan hilang.

Namun, jangan terlalu terobsesi dengan angka. Pasalnya, tersebut bisa menjadi sangat membatasi dan dapat menyebabkan gangguan makan yang serius. Heather Tressler mencoba mendorong kliennya ke arah ‘makan intuitif’ dengan cara membangun asupan kalori yang realistis dan tujuan penurunan berat badan yang dibangun berdasarkan kebutuhan gaya hidup mereka.

"Karena tidak ada makanan yang buruk, namun hanya porsinya saja yang buruk," jelasnya.

3. Olahraga Saja Tidak Cukup
Heather Tressler mengatakan bahwa sebagian besar penurunan berat badan dapat dikendalikan oleh apa yang Anda makan. Beberapa situs web dan artikel mengatakan penurunan berat badan adalah hasil dari 80 persen diet dan 20 persen olahraga.

Hal tersebut tidak berarti Anda harus melupakan olahraga, karena selain membakar kalori, olahraga baik untuk kesehatan jantung dan otot.

Tressler merekomendasikan setidaknya 30 menit sehari, lima hari seminggu. Bergerak, menari, berjalan, atau lakukan sesuatu hal yang Anda suka dan tidak perlu memaksakan olahraga yang terlalu berat seperti Gym.

Sumber : Bisnis.com