Penelitian: Anak-anak Jarang Alami Long Covid-19 Jika Terpapar Virus Corona

Ilustrasi anak sakit demam - istimewa
04 Agustus 2021 13:27 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah studi menyebutkan bahwa anak-anak jauh lebih kecil kemungkinannya daripada orang dewasa mengalami long covid. Penelitian ini menjadi penting karena saat ini varian delta membuat banyak orang tua khawatir anak-anak akan terpapar dalam jangka lama.

Anak-anak yang terkena Covid-19 dan memiliki gejala, biasanya merasakannya selama rata-rata enam hari, menurut penelitian Lancet.

Penelitian itu dilakukan terhadap 1.734 anak-anak usia 5 hingga 17 tahun. Dari penelitian itu hanya 4,4 persen memiliki gejala yang berlangsung lebih dari empat minggu.

BACA JUGA : Kematian Pasien Covid-19 di Jogja Masih Tinggi, Hari Ini 93 

Gejala long covid sedikit lebih umum di antara mereka yang berusia 12 hingga 17 tahun (5,1%) dibandingkan anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun (3,1%).

Jumlah rata-rata gejala turun dari enam dalam empat minggu pertama menjadi dua gejala pada minggu-minggu sesudahnya.

Para peneliti membandingkan Covid-19 pada anak-anak dengan penyakit masa kanak-kanak lainnya, termasuk flu dan pilek, menemukan bahwa Covid-19 bertahan sekitar dua kali lebih lama yakni enam hari hingga tiga hari.

Namun, anak-anak dengan gejala jangka panjang dari penyakit yang lebih umum ditemukan memiliki rata-rata lima gejala, dibandingkan dengan rata-rata dua gejala di antara anak-anak dengan Covid yang lama.

BACA JUGA : Update Covid-19 di DIY 29 Juli 2021, Ini Datanya

Hasilnya konsisten dengan penelitian lain yang menunjukkan bahwa anak-anak cenderung tidak mengalami gejala parah atau meninggal karena Covid-19, tetapi mereka tetap berisiko menyebarkan virus ke orang dewasa, yang lebih rentan.

Para peneliti telah menemukan bahwa antara 10% dan 30% orang dewasa mengembangkan gejala jangka panjang.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia