Ibu Menyusui Perlu Perketat Protokol Kesehatan

Foto ilustrasi. - Freepik
17 Agustus 2021 12:37 WIB Bernadheta Dian Saraswati Lifestyle Share :

Harianjogja.com,JOGJA- Ibu yang terkonfirmasi positif Covid-19 tetap dapat memberikan ASI atau menyusui untuk bayinya. Hanya saja pelaksanaannya harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) DIY, Nurul Jamilah (Nunu) menjelaskan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan ibu menyusui yang terkena positif Covid-19 bergejala ringan untuk tetap melanjutkan kegiatan menyusui. Sebab ASI justru memberikan fungsi antibodi sehingga membuat bayi tidak mengalami sakit yang berkelanjutan.

Agar bayi bisa menyusu tanpa harus tertular Covid-19, ibu perlu menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Ibu harus menggunakan masker saat menyusui, mencuci tangan lebih sering sebelum dan setelah memegang bayi, dan mendisinfektan barang-barang yang ada di sekitar. “Kalau ibu batuk ke arah dada, dadanya dibersihkan,” kata Nunu, Selasa (17/8/2021).

Baca juga: 5 Tips Hidup Bahagia dengan Mencintai Diri Sendiri

Namun jika ibu tidak kuat menyusui karena mengalami gejala berat, ibu bisa memerah ASI. “Berikan ASI ke bayi tanpa menggunakan dot karena untuk mengantisipasi bayi bingung puting saat ibu sudah sehat,” jelas perempuan yang menjabat Ketua AIMI DIY untuk periode 2017-2022 ini. Jika untuk memerah ASI juga tidak kuat karena ibu kritis, ibu atau keluarga bisa memilih cara donor ASI dengan mempertimbangkankaedah budaya dan agama.

Menurut Nunu, suami berperan penting memberi dukungan untuk ibu menyusui yang terkonfirmasi Covid-19. Seperti dengan membantu memandikan bayi, menggendongnya, atau menggantikan pekerjaan ibu di dapur. “Sehingga ibunya tidak mikir lagi masih harus cuci ini itu karena sudah dibackup suami. Berilah ibu waktu untuk bersantai,” kata dia.

Lebih lanjut Nunu menjelaskan penerapan protokol kesehatan tidak hanya penting dilakukan ibu dengan positif Covid-19. Para ibu yang tidak terkonfirmasi pun juga perlu menerapkan hal itu, terutama bagi mereka yang bekerja di luar rumah.

Salah satu ibu menyusui di Sleman, Anna Pawestrin, 30, juga selalu menerapkan prokes ketat meski dirinya belum pernah terinfeksi Covid-19.

Ia mengaku selalu menjaga kebersihan tubuh supaya ketika menyusui tidak membawa virus. “Pulang mengajar atau bepergian kemanapun langsung mandi, selalu semprot-semprot tangan dengan sanitizer atau cuci tangan pakai sabun setelah memegang benda-benda tertentu yang mungkin dipegang orang lain, dan memakai masker ketika merasa pilek atau tidak enak badan,” kata Anna.