Advertisement

Coba 5 Tips Memaafkan Ini untuk Menjadi Lebih Baik

Rika Anggraeni
Rabu, 18 Agustus 2021 - 22:17 WIB
Bhekti Suryani
Coba 5 Tips Memaafkan Ini untuk Menjadi Lebih Baik Memaafkan membutuhkan proses. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Memaafkan orang yang bersalah dapat membuat kondisi kesehatan pribadi lebih baik dan membantu Anda mengelola stres.

Tak dapat dipungkiri bahwa memang benar memaafkan tidak selalu mudah, terutama ketika melibatkan sesuatu yang sangat berarti bagi Anda.

Para ahli mengatakan bahwa memaafkan memang sesuatu hal yang sulit. Psikolog dan profesor psikologi pendidikan di University of Wisconsin di Madison Robert Enright, PhD mengatakan bahwa memaafkan adalah langkah pertama untuk menjadi lebih baik. “Memaafkan adalah bersikap baik kepada mereka yang tidak baik kepada Anda,” katanya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Enright menyatakan bahwa banyak orang menggunakan istilah memaafkan dan melupakan. Tetapi, melupakan sebenarnya bukanlah bagian dari memaafkan.

Misalnya, jika seseorang terus meminjam uang dan tidak pernah membayarnya kembali. Anda mungkin memaafkannya, tetapi Anda akan mengingatnya dan tidak akan meminjamkan apa pun kepadanya di lain waktu.

Dengan memaafkan, Anda akan menjadi orang yang lebih baik dan tentu memiliki manfaat bagi kesehatan mental dan fisik Anda.

Profesor psikiatri klinis di Rumah Sakit Presbyterian Weill Cornell School of Medicine, Gail Saltz mengatakan bahwa kemarahan kronis yang sering dialami ketika seseorang belum memaafkan adalah hal yang tidak sehat. "Menjadi marah secara kronis bisa sangat menimbulkan kecemasan bagi banyak orang, dan itu bisa membuat depresi," katanya.

Seringkali, kemarahan tingkat tinggi berubah menjadi obsesi dan dapat mengurangi kemampuan untuk menjalani kehidupan yang bahagia dan produktif.

Bahkan, Saltz mencatat orang-orang yang belum mempraktikkan memaafkan juga terkadang disibukkan dengan balas dendam yang tidak sehat. “Kelebihan dari memaafkan berkaitan dengan perasaan bebas dan tidak dipenuhi dengan kebencian,” katanya.

Advertisement

Selain itu, Saltz juga menunjukkan bahwa kemarahan kronis dikaitkan dengan keadaan stres yang tinggi bisa meningkatkan tekanan darah atau menyebabkan gejala kronis. Melansir dari Everyday Health, Rabu (18/8/2021), inilah 5 tips memaafkan untuk menjadi lebih baik:

  1. Mulai dengan 'fase mengungkap'

Mulailah dengan memeriksa dan memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana kesalahan dapat membahayakan hidup Anda.

“Mulai memahami bagaimana insiden tertentu telah menggelapkan pandangan dunia Anda pada akhirnya akan membantu Anda memulai memaafkan,” kata Enright.

Advertisement

cara mengampuni memaafkan

  1. Pikirkan bahwa memaafkan sebagai sesuatu untuk diri sendiri

Seringkali orang memaafkan sebagai bentuk bantuan yang mereka lakukan untuk orang lain.

"Pikirkan tentang bagaimana rasanya melepaskan dan beralih dari tetap marah, dan semua cara Anda mungkin merasa bebas jika Anda tidak marah sepanjang waktu," saran Saltz.

  1. Buat perspektif baru

Membingkai ulang insiden dan berpikir dari perspektif baru sebagai manusia biasa, bukan sebagai orang jahat. Cobalah untuk melihat kesalahan dan ketidaksempurnaan pada orang yang menyakiti Anda. "Lebih sering daripada tidak, mereka yang bertindak sangat tidak adil terhadap orang lain diperlakukan dengan sangat tidak adil,” kata Enright.

Advertisement

Mengembangkan rasa empati dan kasih sayang serta mencoba untuk berdiri di posisi mereka dapat membantu Anda untuk memaafkan.

  1. Lakukan sesuatu yang baik untuk orang yang menyakitimu

Pada titik tertentu, Anda mungkin siap untuk membalas panggilan telepon orang yang menyakiti Anda atau membicarakannya dengan ramah kepada anggota keluarga.

Jika orang yang menyakiti Anda sudah meninggal, Anda dapat menyumbangkan uang atas namanya ke badan amal. Mengambil tindakan dengan cara ini adalah cara yang hebat untuk memaafkan. “Ketika Anda memutuskan untuk berbuat baik kepada orang lain, Andalah yang diuntungkan,” kata Enright.

Advertisement

  1. Ingat, memaafkan butuh waktu

Saltz mengatakan bahwa memaafkan merupakan sebuah proses yang tidak terjadi sekaligus. Bersabarlah dan baik pada diri sendiri, dan yang terpenting jangan terburu-buru.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

DPRD Kulonprogo Godok Raperda Pembangunan Kepemudaan, Dinilai Jadi Akselerasi Kemajuan Daerah

Kulonprogo
| Selasa, 27 September 2022, 00:27 WIB

Advertisement

alt

IDI Ingatkan Pemerintah Tak Buru-Buru Nyatakan Pandemi Berakhir

News
| Selasa, 27 September 2022, 01:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement