Makanan Fermentasi Ternyata Punya Efek Luar Biasa Bagi Otak

Ilustrasi otak
23 Agustus 2021 13:27 WIB Janlika Putri Indah Sari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Sejumlah makanan yang mengandung probiotik atau kultur bakteri hidup (mikrobioma ) sangat bermanfaat bagi saluran pencernaan.

Dua jenis mikroorganisme hidup, Lactobacillus atau Streptococcus, ditambahkan ke dalam susu pasteurisasi untuk membuat yogurt, menjadikannya salah satu makanan fermentasi kaya probiotik yang paling populer. Anggota lain dari keluarga makanan fermentasi dan ramah flora usus adalah acar, asinan kubis, miso, kombucha, kefir, kimchi dan cuka sari apel.

Tak hanya itu, penelitian juga telah menunjukkan hubungan antara mikrobiota gastrointestinal yang hidup di saluran pencernaan berhubungan dan kesehatan otak. Kini para peneliti dari University College Cork di Irlandia mengeksplorasi apakah hubungan itu dapat berdampak pada otak yang menua.

Dilansir dari eatthis, Senin (23/8/2021) pada penelitian tersebut melakukan transplantasi mikrobiota tinja menggunakan bakteri usus baik dari tikus muda umur 3 sampai 4 bulan. Lalu pada tikus tua berumur 19 sampai 20 bulan.

Setelah melakukan pemindaian dan tes otak, peneliti menemukan tikus yang menerima mikrobioma menunjukkan lebih sedikit tanda-tanda kecemasan dari penyakit Alzheimer. Kemudian tikus tersebut menunjukkan juga peningkatan memori dan fungsi kognitif.

Faktanya, pemindaian mengungkapkan bahwa otak tikus tua mengandung molekul dan pola gen tertentu yang meniru otak tikus muda. Temuan terbaru ini dipublikasikan di jurnal Nature Aging.

BACA JUGA: Beda Jauh! Harta Kekayaan Ganjar Pranowo vs Puan Maharani

“Penelitian baru ini menunjukkan bahwa mikrobioma dapat dimanfaatkan untuk membalikkan kerusakan otak terkait usia,” kata John F. Cryan, profesor dan wakil presiden untuk penelitian dan inovasi di University College Cork, dalam siaran pers.

Seorang rekan dan direktur pusat penelitian menyatakan studi itu membuka kemungkinan di masa depan untuk memodulasi mikrobiota usus sebagai target terapi untuk mempengaruhi kesehatan otak.

Menurut Asosiasi Alzheimer, lebih dari enam juta orang Amerika menderita penyakit otak progresif yang menyebabkan penurunan lambat dalam memori, berpikir, dan keterampilan penalaran. Jumlah orang dewasa yang hidup dengan Alzheimer berlipat ganda setiap lima tahun setelah usia 65 tahun.

"Ini menambah bukti bahwa ada interaksi signifikan antara mikrobioma usus dan otak yang mungkin dimediasi oleh sistem kekebalan kita," kata Douglas Scharre, MD, seorang ahli saraf, dan direktur divisi Neurologi Kognitif di Ohio State Wexner Medical Center.

Sumber : Bisnis.com