Dokter: Orang yang Divaksin Influenza dan Terkena Covid-19 Lebih Rendah Alami Risiko Kematian

Ilustrasi - epochtimes
25 Agustus 2021 14:27 WIB Indra Gunawan Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Belakangan ini muncul informasi di media sosial dan masyarakat bahwa vaksin influenza dan PCV bisa untuk mencegah Covid-19. Informasi ini membuat bingung di masyarakat, apakah memang kedua vaksin tersebut bisa bermanfaat untuk Covid-19.

Merespons hal tersebut, dokter Adam Prabata melalui instagram pribadinya memaparkan hasil penelitian terbaru terkait hal itu.

“Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sudah dapat vaksin flu atau influenza dan terkena Covid-19 akan lebih rendah mengalami risiko kematian, masuk ICU, dan lebih rendah risiko membutuhkan alat bantu pernapasan,” ujarnya di Instagram @adamprabata pada Rabu (25/8/2021).

Adam juga mengungkapkan, berdasarkan penelitian, bahwa orang yang mendapat vaksin PCV atau pneumonia juga akan lebih rendah risiko didiagnosis Covid-19, lebih rendah risiko rawat inap.

Sedangkan kabar vaksin influenza dan PCV dapat mencegah Covid-19 masih belum ditemukan dalam uji klinis.

Baca juga: Bantul Tak Siapkan Strategi Khusus untuk Turunkan Level PPKM

“Bukti mengenai kemampuan vaksin influenza dan PCV terhadap Covid-19 berasal dari penelitian epidemiologi,” ungkapnya.

Dikatakan, mekanisme vaksin influenza dan PCV untuk mencegah Covid-19 masih belum jelas.

“Meski belum jelas, namun hingga saat ini terdapat dua hipotesis utama, yakni peningkatan kemampuan sistem imun bawaan dan orang yang mendapat vaksin influenza lebih baik kesehatannya secara umum,” tutur Adam.

Dia menegaskan, meski sudah mendapatkan vaksin influenza dan PCV, maka orang itu harus tetap divaksinasi Covid-19.

Saat ini, vaksin influenza dan PCV tetap direkomendasikan agar menurunkan beban rumah sakit di era pandemi. Dan menurunkan risiko terinfeksi virus Streptococcus pneumoniae.

Vaksin PCV dapat mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus meningitis dan pneumonia.

Sumber : bisnis.com