Advertisement

Saran Dokter Reisa, Penderita Post Covid Sebaiknya Rutin Konsultasi ke Dokter

Newswire
Sabtu, 28 Agustus 2021 - 12:07 WIB
Nina Atmasari
Saran Dokter Reisa, Penderita Post Covid Sebaiknya Rutin Konsultasi ke Dokter Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid/19, Dokter Reisa Broto Asmoro. (BNPB)n

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA-- Para penderita Post COVID-19 Syndrome atau yang mengalami gejala berkelanjutan pasca sembuh sebaiknya rutin berkonsultasi dengan dokter guna diberikan tindakan tepat. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro.

"Kalau merasa masih ada gangguan kesehatan yang masih berlanjut, maka segera konsultasi ke dokter, cari saran untuk mengendalikan dan menyembuhkannya," ujar Reisa dalam konferensi pers PPKM yang dipantau secara virtual dari di Jakarta, Jumat (27/8/2021).

Reisa mengatakan konsultasi rutin dapat membantu dokter menyarankan tindakan yang tepat apabila gejala-gejala tersebut tetap bertahan, termasuk memahami kondisi penyerta lainnya yang turut mempengaruhi kondisi badan pasca COVID-19.

Baca juga: Ini 8 Penyebab Stroke di Usia Muda, Jangan Anggap Sepele

Menurut dia, para ahli dan tenaga medis di seluruh dunia masih belum bisa menyimpulkan pola umum gejala pasca sembuh dari COVID-19. Sulit terdeteksi gejala lanjutan pasca sembuh karena penyakit ini masih baru dan virus terus bermutasi.

"Segera konsultasikan apabila ada gejala pasca sembuh maka segera mendapatkan penanganan yang tepat. Kepala tim perawatan klinis WHO Dr Janet Diaz mengatakan yang mengalami Long COVID harus segera mencari perawatan," kata dia.

Peneliti dan tenaga medis, kata dia, masih melakukan penelitian perihal gejala berkelanjutan ini utamanya durasi berapa lama seseorang yang mengalami Post COVID dapat pulih total masih samar.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Baca juga: Kasus Covid-19 dan BOR RS di DIY Turun, Masyarakat Diminta Tetap Disiplin Prokes

"Oleh karena itu mendukung penelitian mendukung topik ini, durasi atau berapa lama Long COVID berlangsung masih belum jelas. Ada yang menyebutkan tiga bulan, enam bulan, ada berpotensi sembilan bulan. Maka perlu penelitian yang lebih lanjut," kata dia.

Sebelumnya, Reisa menyatakan semua pasien yang tertular COVID-19 berpotensi terkena Post COVID Syndrome atau gejala berkelanjutan pasca dinyatakan negatif dari paparan virus tersebut.

Reisa mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan seperempat penyintas COVID-19 di seluruh dunia mengalami gejala berlanjut selama sebulan. Bahkan terdapat laporan satu dari 10 penyintas masih belum sehat penuh setelah 12 pekan.

Dari berbagai literatur penelitian, kata dia, terdapat sekitar 200 gejala yang dikenali pada kasus Post COVID termasuk kelelahan, kemudian batuk berkepanjangan, nyeri dada dan otot, hingga disfungsi kognitif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Prakiraan Cuaca DIY: Hanya Gunungkidul yang Berawan

Jogja
| Rabu, 05 Oktober 2022, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Rabu, 5 Oktober 2022

News
| Rabu, 05 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement