Asam Urat Kini Mengintai Anak Muda, Ini Gejala dan Penyebabnya

Ilustrasi - JIBI/Bisnis.com
01 September 2021 16:37 WIB Ni Luh Anggela Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Penyakit asam urat adalah kondisi ketika asam urat menumpuk di aliran darah dan kemudian di ruang sendi. Kristal asam urat dapat menumpuk dan mengembangkan pembengkakan dan benjolan yang disebut tophi.

Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, serta adanya rasa panas di area persendian.
 
Umumnya, penyakit asam urat lebih mudah menyerang pria berusia di atas 30 tahun. Dan pada wanita, penyakit asam urat dapat muncul setelah menopause. Namun, penyakit asam urat meningkat pada generasi milenial. Generasi milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1980 dan 2000. Ini dikarenakan meningkatnya konsumsi gula dan makanan berlemak membuat mereka rentan terhadap kondisi tersebut, yang dapat menyebabkan serangan radang sendi yang sangat menyakitkan.
 
Sebuah penelitian di Inggris yang memeriksa data pasien selama 15 tahun menemukan bahwa diagnosis asam urat meningkat sebesar 64 persen antara tahun 1997 dan 2012, dengan satu dari 40 orang sekarang menderita kondisi tersebut. Meskipun sebagian besar pasien masih berusia di atas 60 tahun, kunjungan ke rumah sakit untuk mereka yang berusia 20-an dan 30-an yang mengeluhkan gejala asam urat telah meningkat 30 persen sejak 2012,.
 
Epidemi obesitas yang memburuk diyakini sebagai inti dari masalah ini. Menurut Alan Silman, Direktur Medis Arthritis Research UK serangan asam urat mungkin adalah bentuk arthritis parah yang paling menyakitkan yang pernah ada. Banyak pasiennya mengatakan bahwa sendi mereka yang terkepung menjadi sangat lunak sehingga mereka bahkan tidak bisa tidur di kasur yang empuk.
 
Jika seorang anak atau remaja menderita asam urat, penting untuk melakukan tes darah dan urin untuk menentukan mengapa asam urat terjadi. Ini biasanya merupakan tanda dari masalah mendasar yang seringkali mudah diobati.
 
Menurut Wake Health, Rabu (1/9/2021), pada anak-anak, tes pertama yang dilakukan jika dicurigai asam urat adalah mengukur kadar asam urat darah. Jika ini meningkat (di atas 6), ini bisa menjadi tanda adanya asam urat. Prosedur penting lainnya adalah dokter memasukkan jarum ke dalam sendi yang terkena, menarik cairan, dan memeriksa cairan ini untuk kristal asam urat.
 
Penyebab asam urat pada anak dan remaja antara lain:

1. Kondisi bawaan yang menyebabkan produksi asam urat berlebih

Ini termasuk defisiensi HPRT (juga dikenal sebagai sindrom Lesch Nyhan) dan aktivitas sintetase PRPP yang berlebihan. Gangguan ini jarang terjadi tetapi mudah diuji. Pasien menghasilkan asam urat ekstra dan dapat mengalami asam urat dan batu ginjal yang mengandung asam urat. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak laki-laki tetapi kadang-kadang dapat terjadi pada anak perempuan juga.
 
2. Penyakit ginjal yang mengakibatkan penurunan kemampuan tubuh untuk membuang asam urat. Ini dapat mencakup:

-Jenis yang paling umum adalah karena mutasi pada gen yang menghasilkan protein yang disebut uromodulin. Dalam kondisi ini, pasien mengalami asam urat di masa remajanya dan mengalami perburukan gagal ginjal yang lambat dari waktu ke waktu. Biasanya banyak anggota keluarga lain yang pernah menderita asam urat atau penyakit ginjal.

- Penyebab lain dari kondisi ini adalah mutasi pada gen yang membuat protein renin. Pada kondisi ini, anak memiliki riwayat tekanan darah relatif rendah, anemia, dan penyakit ginjal ringan. Tingkat kalium darah sering sedikit meningkat. Anemia terjadi sejak anak masih kecil, dan seringkali penyebab anemia tidak diketahui. Kondisi ini mudah didiagnosis dan diobati dengan obat-obatan. Pasien dengan kondisi ini sering memiliki ayah atau ibu yang menderita asam urat, anemia saat kecil, dan penyakit ginjal.

- Semua jenis penyakit ginjal juga dapat menyebabkan asam urat di masa kanak-kanak.
 
3. Penderita yang kelebihan berat badan dan memiliki tekanan darah tinggi juga dapat berisiko terkena asam urat

Ini biasanya terjadi pada usia 20-an dan 30-an, tetapi menjadi lebih umum pada individu muda. Ini disebut Sindrom Metabolik.

Untuk mencegah penyakit asam urat di usia muda, sangat dianjurkan untuk mengurangi minuman beralkohol, menjaga berat badan agar tetap stabil, berolahraga setiap hari, membatasi asupan daging merah dan minuman manis, serta memilih makanan sehat seperti, produk susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan dan biji-bijian.

Sumber : JIBI/Bisnis.com