Bagaimana Kondisi Emosi Orang Lanjut Usia?

Ilustrasi - Idiva
03 September 2021 05:57 WIB Ithamar Yaomi DC Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Saat memasuki umur lansia maka seseorang akan memiliki tanggung jawab  yang berkurang. Ini juga akan membuat para lansia jadi bermalas-malasan. Namun, berbagai hobi dan aktivitas yang beragam mampu membawa dampak positif pada tubuh lansia sebab membuat tubuh lebih produktif.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Gerontology melaporkan, lebih banyak keragaman aktivitas bisa mendorong kesejahteraan psikologis yang lebih besar. Sebuah studi baru yang dilakukan di University of South Florida ini melaporkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk tetap produktif saat memasuki usia yang tidak lagi muda.

Mengutip dari Eat This, Kamis (2/9/2021), trik rahasia untuk hidup lebih sehat setelah melewati usia 60 tahun. 

Lebih banyak aktivitas = Lebih banyak emosi

Para peneliti mengatakan bahwa menyibukkan diri dengan banyak hobi dan kegiatan yang berbeda bisa menimbulkan emosi yang lebih seimbang.

Peserta dengan usia di atas 60 tahun menunjukkan keragaman emosional yang lebih sedikit daripada orang dewasa yang lebih muda. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata orang dewasa di atas 60 tahun akan mendapat manfaat dari jadwal yang lebih sibuk dan aktivitas baru.

Emodiversity Saat Usia Lanjut

Informasi emosional yang dikumpulkan dari peserta lansia digunakan untuk menghitung skor "emodiversity" untuk setiap orang. Menurut tim peneliti, istilah emodiversity mengacu pada emosi yang kaya dan seimbang.

Skor emodiversity setiap orang dipecah menjadi 13 kategori emosi positif dan 14 kategori emosi negatif. 

Adapun emosi positif yang diperoleh adalah puas, penuh kehidupan, tenang dan damai, ceria, bersemangat, sangat bahagia, antusias, penuh perhatian, bangga, aktif, dekat dengan orang lain, memiliki, dan percaya diri. 

Emosi negatif dianggap frustrasi, merasa seperti segala sesuatu adalah upaya, sangat sedih sehingga tidak ada yang akan menghibur Anda, tidak berharga, gugup, gelisah atau gelisah, putus asa, takut, gelisah, mudah tersinggung, malu, kesal, kesepian, dan marah.

Mengapa Emodiversity Itu Baik?

Profesor Lee berteori bahwa orang dewasa di atas 60 tahun menunjukkan lebih sedikit keragaman emosional karena mereka tidak terlibat dalam banyak aktivitas yang berbeda seperti orang dewasa yang lebih muda. 

Selain itu, orang dewasa yang lebih tua mungkin tidak begitu emosional seperti rekan-rekan mereka yang lebih muda setelah kehidupan yang panjang dan penuh peristiwa. Akhirnya, individu yang lebih tua dapat secara aktif menghindari situasi baru secara umum.

Sumber : Bisnis.com