Ciri-ciri Kolesterol Tinggi Dapat Terlihat di Tangan

Kolesterol - boldsky.com
06 September 2021 21:07 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kolesterol tinggi cenderung tidak menunjukkan gejala. Oleh karena itu penyakit ini sering dicap sebagai penyakit "tak terlihat". 

Namun, tingkat yang sangat tinggi dapat menimbulkan perubahan nyata dalam tubuh. Satu "tanda penting" dapat muncul di tangan Anda, demikian peringatan sebuah artikel penelitian.

Kolesterol tinggi adalah ketika Anda memiliki terlalu banyak zat lemak yang disebut kolesterol dalam darah Anda. Penumpukan kolesterol dapat menyumbat arteri Anda, sehingga meningkatkan risiko Anda terkena serangan jantung. Sayangnya, ada beberapa tanda, jika ada, yang dapat mengingatkan Anda tentang mekanisme serius ini.

Namun, jika kadar kolesterol Anda sangat tinggi, xanthomas dapat muncul ke permukaan. Xanthomas adalah timbunan kolesterol yang muncul di bagian tubuh tertentu.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan di StatPearls, database online penelitian akademis, xanthomas sering merupakan "tanda penting" dari penyakit sistemik.

Artikel tersebut menyatakan bahwa "xanthomas tendinous" deposit kolesterol dalam tendon umumnya mempengaruhi tendon ekstensor tangan.

Menurut British Society for Surgery of the Hand, tendon ekstensor adalah tali halus yang kuat yang meluruskan jari dengan menghubungkan otot-otot lengan bawah dan tangan ke tulang di jari dan ibu jari.

Menurut Rumah Sakit Winchester, Xanthomas berkisar dari ukuran yang sangat kecil hingga tiga inci.

"Xanthomas dapat muncul di mana saja di tubuh. Tempat yang paling umum adalah siku, sendi, tendon, lutut, tangan, kaki, dan bokong."

Sedangkan jika ada benjolan lemak di kelopak mata, itu disebut xanthelasma.

Dikutip dari Alodokter,  Xanthoma merupakan kelainan kulit yang ditandai dengan penumpukan lemak. Biasanya xanthoma terjadi di dekat kelopak mata bagian atas. Kadang kelainan ini juga disebut xanthelasma.

Orang yang mengalami xanthoma umumnya mengalami kolesterol tinggi. Wanita lebih sering mengalaminya dibandingkan dengan pria. Xanthoma dapat terjadi pada usia berapa pun, namun lebih sering dialami oleh orang berusia 50 tahun ke atas.

Sumber : bisnis.com