Begini Cara Disinfeksi Buah dan Sayur yang Benar

Buah dan sayur - Istimewa
08 September 2021 21:07 WIB Annasa Rizki Kamalina Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menyemprotkan pestisida atau bahan kimia lainnya merupakan hal yang wajar untuk mecegah gangguan hama. Padahal, pestisida bisa berbahaya bagi kesehatan. Simak cara untuk disinfeksi buah dan sayur yang benar.

Mulai dari timun hingga anggur, hampir semua sayuran dan buah sudah terkontaminasi zat kimia atau pestisida. Sebagai konsumen yang cermat, sebelum mengolah produk tersebut, Anda wajib untuk membersihkan atau disinfeksi sayuran dan buah secara tepat. Makanan yang dikonsumsi tanpa disinfeksi bisa mengganggu kesehatan.

Selain membersihkan buah dan sayur dari bahan kimia, disinfeksi juga membantu bahan makanan tersebut tidak cepat busuk. Langkah untuk melakukan disinfeksi produk sangat penting, terutama dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Tidak ada salahnya mencuci produk dengan menyeluruh sebelum mengolahnya. Hal ini untuk meminimalkan residu dan kuman yang masuk ke dalam pencernaan.

Berikut ini 6 cara disinfeksi produk buah dan sayur agar tidak ada sisa pestisida yang dapat membahayakan kesehatan.

1. Cuci dengan air mengalir
Cuci sayuran seperti kacang panjang dan bahan masak seperti jahe dengan air mengalir dan bersihkan kotorannya menggunakan tangan. Khusus untuk sayuran berdaun dapat merendamnya dalam semangkuk air selama beberapa menit. Sedangkan untuk buah buahan cukup dengan mencuci setidaknya dua kali sebelum dikonsumsi.

2. Rendam sayuran dalam air garam
Garam akan menghilangkan pestisida yang menempel pada permukaan sayuran. Tambahkan satu sendok makan garam atau cuka dan rendam sayuran sekitar 3-5 menit. Sedangkan untuk buah-buahan, rendam selama 20 menit.

3. Campur air dengan cuka
Cara lainnya yaitu mencapur air dan cuka dengan perbandingan 3:1. Semprot campuran pada permukaan produk sebelum mencucinya di air mengalir.

4. Lakukan blanching
Metode blanching sering digunakan saat memasak untuk menjaga rasa dari sayur. Perendaman sayuran pada air hangat kemudian berlanjut ke air dingin. Kunci metode ini adalah tidak merendam sayur lebih dari 3 menit agar rasa tidak berubah.

5. Jangan gunakan disinfektan
Meskipun judulnya disinfeksi, namun jangan pernah mencuci produk dengan sabun atau disinfektan lainnya. Sabun mengandung formaldehida yang akan membuat pencernaan bermasalah.

6. Awasi klorin
Menurut Food Safety and Standards Authority of India (FSSAI), perendaman sayuran boleh menggunakan klorin dalam batas 0.05 ml/l atau 50 ppm. Jangan lupa untuk membersihkan wadah yang terkena klorin sebelum menggunakannya untuk makanan

Sumber : Bisnis.com