Cek Fakta: Benarkah Covid-19 Varian Mu Paling Sulit Dinetralisir Vaksin?

Kemasan vaksin Covid-19 diperlihatkan di Command Center serta Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV), Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/1/2021). ANTARA FOTO - M Agung Rajasa
10 September 2021 19:07 WIB Rahmad Fauzan Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Covid-19 varian Mu disebut-sebut merupakan varian yang paling sulit untuk dinetralisir oleh imun tubuh.

Baru-baru ini muncul penelitian (Uriu, 2021) yang menyatakan hal tersebut.

Namun, bagaimana faktanya?

Menurut dr. Adam Prabata dikutip dari akun Instagram @adamprabata, penelitian tersebut mengatakan bahwa Virus Corona varian Mu terbukti 12,4 kali lebih resisten terhadap imun penyintas Covid-19.

Penelitian itu juga menyatakan varian yang pertama kali ditemukan di Kolombia tersebut 7,6 kali lebih resisten terhadap imun pascaseseorang disuntik vaksin Pfizer.

Namun, perlu diperhatikan bahwa penelitian tersebut dilakukan dalam skala kecil, yakni kepada 8 orang penyintas Covid-19 dan 10 orang yang sudah divaksin menggunakan Pfizer.

Adapun, respons imun yang diperiksa berasal dari darah dan protein spike masing-masing varian virus penyebab Covid-19.

Sebelumnya, pemerintah memastikan Covid-19 varian Mu belum ditemukan di Indoneisa. Hal tersebut menjawab kesimpangsiuran kabar mengenai informasi varian Mu dalam pemberitaan media massa baru-baru ini.

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito mengatakan virus yang mulai merebak tersebut belum ditemukan di Tanah Air berdasarkan hasil sejumlah penjajakan yang baru-baru ini dilakukan.

"Berdasarkan hasil sequencing terbaru, belum ditemukan varian Mu di Indonesia," kata Wiku kepada Bisnis, Jumat (10/9/2021).

Sumber : Bisnis.com