Facebook Tingkatkan Enkripsi End-to-End pada WhatsApp. Ini Fungsinya..

Pesan WhatsApp
11 September 2021 22:47 WIB Rahmi Yati Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Facebook akan meningkatkan keamanan enkripsi end-to-end pada layanan perpesanan WhatsApp sehingga tidak akan ada orang lain selain pengirim dan penerima pesan yang dapat melihat percakapan tersebut.

Chief Executive Officer Facebook Inc. Mark Zuckerberg mengatakan perusahaannya memperluas enkripsi ujung ke ujung pada layanan pesan WhatsApp-nya. Teks yang dikirim di WhatsApp sudah dilindungi sehingga hanya dapat dilihat oleh pengirim dan penerima.

"Orang-orang dapat mencadangkan pesan mereka di cloud, menggunakan Google Drive milik Alphabet Inc. dan i-cloud Apple Inc. Namun, sementara WhatsApp tidak memiliki akses ke cadangan tersebut layaknya Apple dan Google yang berpotensi melakukannya," katanya dilansir dari Bloomberg, Sabtu (11/9/2021).

Namun, kini Zuckerberg mengaku Facebook akan memperbolehkan pengguna WhatsApp untuk memilih mengaktifkan enkripsi ujung ke ujung pada cadangan pesan mereka. Artinya, baik WhatsApp maupun penyedia layanan cloud tidak akan dapat mengaksesnya.

"Kami menambahkan lapisan privasi dan keamanan lainnya. WhatsApp adalah layanan perpesanan global pertama pada skala ini yang menawarkan perpesanan dan pencadangan terenkripsi ujung ke ujung, dan untuk mencapainya merupakan tantangan teknis yang sangat sulit," sebutnya.

Sebagai informasi, rencana perluasan keamanan ini muncul saat Facebook tengah menghadapi pengawasan atas kebijakan privasinya untuk layanan perpesanan. 

Awal pekan ini, ProPublica menerbitkan laporan yang menyoroti bagaimana pekerja kontrak menyaring jutaan pesan pribadi yang telah ditandai oleh pengguna sebagai pesan yang berpotensi kekerasan. 

Organisasi investigasi nirlaba kemudian menjelaskan bahwa WhatsApp tidak merusak enkripsi ujung ke ujung. 

Sementara itu, pejabat pemerintah meminta Facebook dan perusahaan teknologi lainnya untuk menghentikan enkripsi produk perpesanan guna memudahkan penyelidikan kejahatan.

Sumber : Bloomberg, Bisnis.com