Hasil Studi, Vitamin D Bermanfaat Melindungi Tubuh dari Kanker

Ilustrasi kanker payudara - Istimewa
12 September 2021 15:07 WIB Mia Chitra Dinisari Lifestyle Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kanker menjadi pembunuh kedua terbesar di dunia. Penyakit ini telah merenggut sekitar 9,6 juta jiwa secara global pada tahun 2018.

Meskipun kemajuan obat, perawatan untuk penyakit ini tetap terbatas dan keras. Studi, bagaimanapun, telah menyoroti bahwa kekurangan dalam satu vitamin bisa menjadi petunjuk perkembangan penyakit.

Ada sejumlah faktor gaya hidup yang menjadi penyebab terjadinya kanker. Sementara pola makan yang buruk adalah salah satu penyebab utama, bukti menunjukkan bahwa kekurangan vitamin dan mineral penting juga dapat menyebabkan kerusakan DNA. Meskipun sebagian besar vitamin diserap melalui makanan, terutama vitamin D yang dapat diperoleh melalui paparan sinar matahari.

Penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin D juga dapat melindungi terhadap kanker karena efeknya pada siklus hidup sel.

Baca juga: Atasi Kulit Kusam, Ini Kandungan Bahan yang Bisa Bikin Wajah Glowing

Murilo Renato Matos Machado, dari departemen ginekologi dan obstetrik di Botucatu Medical School, Sao Paulo State University, menganalisis data dari 209 wanita pascamenopause dengan kanker payudara yang baru didiagnosis.

Wanita-wanita ini dengan wanita sehat berdasarkan usia dan status menopause.

Kadar vitamin D diukur pada semua pasien kanker wanita setelah diagnosis dan kadar serum minimal 30 ng/mL didefinisikan sebagai cukup.

Tidak ada peserta yang melaporkan mengonsumsi suplemen vitamin D pada awal penelitian.

Baca juga: Mitos-Mitos soal Vaksin Covid-19 yang Banyak Beredar di Masyarakat

Para peneliti mengamati tingkat kekurangan vitamin D yang lebih tinggi di antara wanita dengan kanker payudara.

Temuan mengungkapkan 55,6 persen pasien kanker payudara memiliki kekurangan vitamin D.

“Konsentrasi [vitamin D] yang tidak mencukupi atau kurang terdeteksi pada 81,8 persen wanita dengan kanker kanker dan pada 69,6 persen wanita tanpa kanker. Hasil ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan tingkat tinggi [kekurangan vitamin D] di antara wanita dengan kanker payudara. Bentuk aktif [vitamin D] dan turunannya dapat memberikan efek anti-tumor melalui regulasi negatif pensinyalan faktor pertumbuhan, selain efeknya pada proliferasi, diferensiasi, apoptosis, dan angiogenesis.” tulis penelitian itu dilansir dari Express.

“Efek dari metabolit vitamin D aktif pada payudara dimediasi oleh reseptor vitamin D, yang mengontrol ekspresi gen yang mengatur proliferasi sel, diferensiasi dan apoptosis.

[Vitamin D] dapat mengurangi risiko kanker dengan menghambat proliferasi sel, menginduksi diferensiasi dan apoptosis, dan menghambat angiogenesis baik pada payudara normal maupun ganas.

Beberapa penelitian yang tidak terkontrol telah melaporkan tingkat kekurangan [vitamin D] yang tinggi pada wanita dengan kanker payudara.

Studi ini menambah semakin banyak penelitian yang menunjukkan hubungan terbalik antara kekurangan vitamin D dan kejadian beberapa kanker, termasuk kolorektal payudara, ginjal, paru-paru dan pankreas.

Studi sebelumnya telah menemukan bahwa suplemen vitamin D dapat mengurangi risiko kanker hingga 38 persen.

Sebelumnya telah dipikirkan bahwa vitamin hanya dapat mengurangi risiko kematian akibat kanker, dibandingkan dengan kejadian penyakit secara keseluruhan.

Kekurangan vitamin D mempengaruhi satu miliar orang di seluruh dunia, dengan gejala termasuk depresi, nyeri tulang dan punggung, dan kelelahan.

Sumber : Bisnis.com