Advertisement

Ahli Medis Luruskan Isu Memakai Bra Kawat Bisa Memicu Kanker

Newswire
Selasa, 14 September 2021 - 22:47 WIB
Nina Atmasari
Ahli Medis Luruskan Isu Memakai Bra Kawat Bisa Memicu Kanker Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah kabar tentang bra beredar yakni penggunaan bra kawat dapat memicu kanker payudara. Kabar ini rupanya berdasar teori jika bra kawat mungkin menghalangi aliran cairan kelenjar getah bening.

Sehingga, racun tidak keluar dengan maksimal dan menumpuk, sehingga menyebabkan kanker.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Teori tersebut terdengar cukup masuk akal, namun mari kita memahami dulu bagaimana sistem limfatik bekerja sebelum meyakini desas-desus tersebut.

Dilansir dari Livestrong, kata Deanna Attai, MD, profesor klinis bedah dan anggota UCLA Jonsson Comprehensive Cancer Center, sistem limfatik terdiri dari pembuluh limfatik (yang mirip dengan pembuluh darah) cairan limfatik, dan kelenjar getah bening.

Baca juga: Enak dan Sehat, 7 Jenis Minuman Ini Bantu Kontrol Kadar Kolesterol

"Cairan limfatik bersirkulasi melalui pembuluh limfatik dan kaya akan sel kekebalan yang dikenal sebagai limfosit, yang penting dalam respons tubuh terhadap bakteri dan virus. Kelenjar getah bening, yang ada di seluruh tubuh, berfungsi sebagai filter untuk cairan limfatik," jelasnya.

Selain itu, sistem limfatik berfungsi untuk mempertahankan kadar cairan dalam tubuh dan mengangkut nutrisi dari usus ke aliran darah.

"Saluran limfatik juga tempat tubuh membuang bakteri, virus, dan bahkan sel kanker," kata Marisa Weiss, MD, pendiri dan kepala petugas medis Breastcancer.org.

Advertisement

Kelenjar getah bening di ketiak yang akan menyaring 'sampah' ini. Kemudian, sistem kekebalan akan menyerang apa pun di kelenjar getah bening yang tidak seharusnya ada di sana.

Baca juga: Ini Penyebab Hubungan Sering Putus Nyambung

Dengan demikian, apakah penggunaan bra kawat yang kaku dan ketat akan menghalangi aliran cairan kelenjar getah bening?

Advertisement

Untungnya, wanita dapat bernapas lega. Sebab faktanya adalah bahwa cairan limfatik tetap beredar, bahkan ketika Anda mengenakan pakaian yang memberi tekanan pada saluran limfatik.

Bahkan, sebuah studi September 2014 di Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention menetapkan bahwa tidak ada aspek pemakaian bra (termasuk ukuran cup, jumlah jam per hari dipakai, dan jenis bra yang dipakai) dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

"Tidak ada bukti ilmiah bahwa bra berkawat menyebabkan kanker," kata Dr. Attai. "Jika seorang wanita merasa nyaman dengan bra berkawat, saya tidak menyadari ada kerugiannya."

Namun jika seorang wanita baru saja melahirkan dan menyusui, sebaiknya hindari penggunaan bra kawat.

Advertisement

Sebab payudara banyak berubah saat memproduksi ASI, sehingga seringkali kawat bra dapat bergeser dan berada di jaringan payudara alih-alih menopangnya.

"Rekomendasi saya adalah untuk tidak memakai bra dengan kawat di bawah karena dapat memberikan tekanan yang signifikan pada saluran susu dan menyebabkan penyumbatan, yang dapat menyebabkan mastitis," kata Mary Lou Judas, IBCLC, perawat terdaftar dan konsultan laktasi di Dartmouth-Hitchcock Medical Center.

Hal itu pada gilirannya dapat mengurangi suplai susu. Di sisi lain, mastitis juga dapat menyebabkan rasa sakit, bengkak, gejala seperti flu dan kemungkinan infeksi.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Suara.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

3 Bahaya Memangku Laptop

3 Bahaya Memangku Laptop

Lifestyle | 2 days ago

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Atlet Muda Sleman Diguyur Bonus

Sleman
| Selasa, 06 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Kepulauan Widi Dilelang di Amerika Serikat, Gobel Dukung Pemerintah Beri Perlindungan

News
| Selasa, 06 Desember 2022, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement